Gara-gara kedekatanku dengan Cici, di kamar hotel cowok-cowok pada ngiri. Kok Simon terus yang didekati Cici? Enak deh jadi Simon, kata Ucok, teman sekamarku.
"Hai jangan cemburu bro," kataku pada Ucok. Cici dekat denganku karena diminta adikku. Adikku bestie-nya Cici.
Juga bestie-nya Simon? Kata Wahyu, teman sekamarku ngledek. Aku pun tertawa. Sejak saat itu, hari kedua di Madinah, aku selalu dikaitkan dengan bestienya Cici. Wah!
Dua teman sekamar lain sering ngledek, mana bestie? Bajigur... mereka yang naksir Cici, aku yang dibestie-bestiekan, payah.
Maklumlah cowok, ngliat Cici yang supel, suka bercanda, dan manis... naksir deh!
Baca Juga: Ironis, Platform Profesional dan Pencari Kerja LinkedIn Pangkas 700 Lowongan Kerja Gegara Ini
Cici bilang, Pak Simon harus ikut barisan. Jangan menjauh. Sampai di akhir putaran ke-7, rupanya Cici belum yakin aku sudah berputar 7 kali keliling Ka'bah.
Meski rombongan sudah berada di tepi jalur untuk bersiap-siap melanjutkan Sy'ai, Cici masih menarik baju ihramku untuk memutari Ka'bah lagi.
Ia menganggap putaranku belum sempurna. Aku nurut saja digeret Cici agar terus muter Ka'bah. Batinku, ya sudahlah, kelebihan muterin Ka'bah toh lebih baik dari pada kekurangan.
Saat Sya'i, suasana pun tak kalah gaduh. Suara wirid bersahut-sahutan. Puluhan ribu orang berjalan cepat (di sebuah lorong berlantai putih yang lebih mirip tempat parkir di mall ketimbang tempat sakral) mendaki dan menurun -- bolak balik sepanjang 350 meteran. Suasananya riuh, gemuruh.
Baca Juga: Kuasa Hukum Kirim 8 Bukti Dugaan Pencabulan Mario Dandy terhadap Agnes alias AG, Apa Saja?
Dalam kondisi tersebut, aku berpikir, gimana berdialog atau merasakan kehadiran Tuhan di tempat yang gaduh itu?
Aku nyaris tak bisa memahami -- untuk apa Sya'i? Untuk apa Thawaf? Sekadar napak tilas perjalanan Siti Hajar (Hagar) saat mencari air untuk anaknya Ismail yang kehausan? Atau sebuah cara untuk menemukan Tuhan di tempat kegaduhan? Tak tahu. Sungguh aku tak mengerti.
Di laman Facebook-ku pernah terbaca seorang ulama menceritakan perjalanan Siti Hajar, yang ditinggal Nabi Ibrahim di padang pasir.
Artikel Terkait
Presiden Jokowi Dicap Anti-Islam Usai Larang Buka Puasa Bersama, Menag Yaqut Justru Bilang Begini
Malam Takbiran Idul Fitri Suami Istri Berhubungan Intim, Simak Hukumnya dalam Islam
Opini: Ida Dayak dan Cinta Tuhan
Malam Lailatul Qadar Penting Bagi Umat Islam di Bulan Ramadhan, Ternyata Ini Alasannya
Pembalap Beragama Islam Ini Terang-Terangan Ingin Balapan di MotoGP
Biar Tak Beda Tanggal, Muhammadiyah Ingin Kalender Islam Global Segera Terwujud