Malam Lailatul Qadar Penting Bagi Umat Islam di Bulan Ramadhan, Ternyata Ini Alasannya

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Jumat, 14 April 2023 | 19:14 WIB
Ilustrasi, seorang dosen di Oxford menjelaskan mengapa Malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan bagi umat Muslim begitu penting. (Unsplash.com/Rumman Amin)
Ilustrasi, seorang dosen di Oxford menjelaskan mengapa Malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan bagi umat Muslim begitu penting. (Unsplash.com/Rumman Amin)

SENAYAN POST - Malam Lailatul Qadar tidak diragukan lagi adalah waktu utama untuk melaksanakan ibadah bagi umat Muslim di bulan suci Ramadhan.

Lebih lanjut, Malam Lailatul Qadar yang terjadi di 10 hari terakhir bulan Ramadhan ini memberikan banyak ganjaran pahala bagi umat Muslim yang melakukan kebaikan.

Peristiwa Malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan ini bermula ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, penduduk asli Mekah di Arab Saudi menerima firman ilahi pertama dari Allah melalui perantaraan Malaikat Jibril.

Baca Juga: Awal Bani Umayyah di Andalusia

Dengan peristiwa Malam Lailatul Qadar, kehidupan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan sejarah dunia berubah secara fundamental dan tidak dapat diubah lagi.

Dalam waktu singkat, agama Islam memenangkan banyak hati orang, pertama di Mekah kemudian di Madinah pada tahun 622 Masehi.

Kemudian, agama Islam menyebar dari Jazirah Arab ke banyak wilayah lain, dari Timur Tengah ke Eropa, Afrika, Asia Tengah, dan anak benua.

Baca Juga: Contoh Khutbah Jumat Singkat dan Penuh Makna Bertema Lailatul Qadar di Bulan Ramadhan

"Lailatul Qadar menandai malam di mana Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pertama kali menerima wahyu, mengubahnya dari orang Mekah biasa di Arab menjadi seorang Nabi bagi seluruh umat manusia. Ini adalah peristiwa penting dalam sejarah umat manusia," kata Usaama al Azami, seorang akademisi Muslim Inggris dan dosen Studi Islam Kontemporer di Oxford sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari TRT World pada 13 April 2023.

Namun transformasi itu tidak mudah bagi Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, yang ketakutan dengan pengalaman menerima wahyu Alquran pertama dari Tuhan di Gua Hira, yang terletak di Gunung Nour (Jabal al-Nour dalam bahasa Arab) dekat Mekah.

Sebelum wahyu ilahi, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam kadang-kadang pergi ke Gua Hira untuk mencari perlindungan dari hiruk pikuk kehidupan kota Mekkah dan merenungkan makna hidup dan misinya sendiri di dunia.

Baca Juga: Ustaz Nuzul Dzikri: Kiat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Dapatkan Malam Lailatul Qadar

Bagi pria Mekkah berusia 40 tahun itu, itu adalah pengalaman yang mengejutkan, 'peristiwa yang luar biasa dan menakutkan', seperti yang dikatakan Azami.

Enbiya Yildirim, anggota Dewan Tinggi Direktorat Urusan Agama Türkiye, mengutip kehidupan dan zaman Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang terdokumentasi untuk menjelaskan peristiwa tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Sumber: TRT World

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB
X