Ironis, Platform Profesional dan Pencari Kerja LinkedIn Pangkas 700 Lowongan Kerja Gegara Ini

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Selasa, 9 Mei 2023 | 11:21 WIB
Perusahaan LinkedIn dikabarkan memangkas 700 lowongan kerja sementara sebelumnya diketahui memiliki 20.000 karyawan. (Pexels.com/Bastian Riccardi)
Perusahaan LinkedIn dikabarkan memangkas 700 lowongan kerja sementara sebelumnya diketahui memiliki 20.000 karyawan. (Pexels.com/Bastian Riccardi)

SENAYAN POST - LinkedIn, jaringan media sosial yang berfokus pada profesional mengumumkan akan memangkas 716 lowongan pekerjaan karena permintaan pasar yang goyah.

Selain menutup 716 lowongan pekerjaan, LinkedIn juga akan menutup aplikasi pekerjaan yang berfokus pada China.

LinkedIn yang diketahui memiliki 20.000 karyawan telah meningkatkan pendapatan tiap kuartal selama tahun lalu sebelum menyampaikan pengumuman akan memangkas 716 lowongan pekerjaan.

Baca Juga: Yayasan Rahim Diskusikan Hubungan Indonesia-Israel Pasca Batalnya Piala Dunia U-20

Saat ini, perusahaan yang dimiliki Microsoft Corp itu bergabung dengan perusahaan teknologi besar lainnya dan merumahkan pekerja di tengah prospek ekonomi global yang melemah.

Menurut laporan dari Layoffs.fyi, dalam enam bulan terakhir, lebih dari 270.000 pekerjaan teknologi secara global telah dihentikan.

Sementara itu, LinkedIn menghasilkan uang melalui penjualan iklan dan juga dengan menagih langganan untuk merekrut profesional.

Baca Juga: Spoiler Tambahan One Piece 1083: Fakta Baru Kematian Cobra Nefertari hingga Sosok Prajurit Suci Mirip Shanks

Dalam sebuah surat kepada karyawan, CEO LinkedIn Ryan Roslansky mengatakan langkah untuk memotong peran dalam tim penjualan, operasi, dan dukungannya ditujukan untuk merampingkan operasi perusahaan dan akan menghilangkan lapisan untuk membantu membuat keputusan lebih cepat.

"Dengan pasar dan permintaan pelanggan yang lebih berfluktuasi, dan untuk melayani pasar yang sedang tumbuh dan berkembang secara lebih efektif, kami memperluas penggunaan vendor," tulis Roslansky pada 7 Mei 2023, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.

Roslansky juga mengatakan dalam suratnya bahwa perubahan itu akan menciptakan 250 pekerjaan baru.

Baca Juga: Jonathan Majors Pemeran Kang the Conqueror Tersandung Kasus Kekerasan, Marvel Studios Siapkan Pengganti

Seorang juru bicara LinkedIn mengatakan bahwa karyawan yang terkena dampak pemotongan akan memenuhi syarat untuk melamar peran tersebut.

LinkedIn juga mengatakan akan menghapus aplikasi pekerjaan ramping yang ditawarkannya di China setelah memutuskan pada tahun 2021 untuk sebagian besar menarik diri dari negara itu, dengan alasan lingkungan yang 'menantang'.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X