Menlu Iran Abbas Araghchi Bantah Negosiasi Jadi Penyebab Perang: AS-Israel Gunakan Jalur Militer Setelah Gagal di Meja Perundingan

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 19 Juli 2026 | 21:09 WIB
Menlu Iran Abbas Araghchi membantah negosiasi bukan menjadi penyebab perang dengan Amerika Serikat dan Israel. (Telegram.com/@s_a_araghchi)
Menlu Iran Abbas Araghchi membantah negosiasi bukan menjadi penyebab perang dengan Amerika Serikat dan Israel. (Telegram.com/@s_a_araghchi)

 

SENAYANPOST – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa negosiasi bukanlah penyebab pecahnya perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Menurutnya, konflik terjadi karena pihak lawan gagal memaksakan tuntutannya melalui jalur diplomatik.

Dalam wawancara dengan jurnalis Javad Mogoui, Araghchi menjelaskan bahwa keputusan untuk berunding bukan merupakan keputusan pribadi, melainkan hasil keputusan kolektif pemerintah Iran.

"Pertama-tama, itu bukan perintah saya. Ada keputusan di pihak lain untuk mencapai serangkaian tujuan terkait Iran, dan kami mencoba mengarahkan pihak lain ke arah selain perang," kata Araghchi pada 19 Juli 2026, dikutip SenayanPost.com dari Telegram resmi Abbas Araghchi.

Ia mengaku masih banyak kesalahpahaman yang berkembang mengenai hubungan antara proses negosiasi dan pecahnya perang.

"Ada anggapan bahwa negosiasi menyebabkan perang atau bahwa kami bernegosiasi lalu kembali berperang. Itu bukan interpretasi yang benar," ujarnya.

Baca Juga: Amerika Serikat Dinilai Langgar Nota Kesepahaman Islamabad, Dubes Iran untuk Pakistan Minta Dunia Kecam Serangan

Klaim Israel Anggap Iran Melemah

Araghchi mengatakan perang berawal dari penilaian Amerika Serikat dan Israel bahwa posisi Iran tengah melemah setelah sejumlah perkembangan di kawasan, termasuk gugurnya pemimpin Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah serta perubahan politik di Suriah.

Menurutnya, Israel kemudian meyakini Iran akan mempercepat kemampuan nuklirnya untuk menutupi melemahnya pengaruh regional tersebut.

"Mereka berpikir Iran telah kehilangan daya pengaruh regionalnya dan akan bergerak menuju kemampuan nuklir. Karena itu, mereka ingin menghancurkan kemampuan nuklir Iran sebelum hal itu terjadi," ujarnya.

Ia juga menuding Israel menganggap saat itu sebagai momentum untuk "menyelesaikan" Iran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Telegram @s_a_araghchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X