Prosesi umroh setelah niat di miqotnya, jemaah terus ke Ka'bah. Pertama Thawaf dulu, mengeliling Ka'bah tujuh kali. Lalu Sya'i, berjalan cepat menjejaki bukit Shafa dan Marwah sepanjang 350 meter, juga 7 kali. Letak tempat syai sekitar 100 meter dari Ka'bah.
Baca Juga: Jumlah Post Credit Scene Guardians of the Galaxy 3, Ada Petunjuk Selanjutnya untuk MCU?
Suasa Thawaf cukup gaduh. Sambil berkeliling Ka'bah semua orang membaca wirid yang kadang satu sama lain -- antar grup -- kalimatnya berbeda. Ada yang bersuara lembut, moderat, ada pula yang keras.
Mengelilingi Ka'bah dengan mata tetap menatap kubus hitam tinggi itu, orang mengharapkan dapat pahala 60 kali. Pahala dalam bentuk apa, konon nanti akan dilihatnya di akhirat. Bagi yang percaya akhirat adanya di dunia ini juga, pahala 60 kali ini bisa saja ditukar. Mungkin bisnis anda maju. Dapat pasangan hidup yang cakep dan kaya. Atau terpilih jadi anggota DPR tanpa keluar biaya. Macam-macamlah.
Aku yang sulit konsentrasi saat mengeliling Ka'bah sering terpental. Tetiba posisiku menjauh dari barisan grup. Mas Rosi, pembimbing thawaf kami, langsung menarikku agar berada dalam barisan grup. Ketika barisan sedang khusu berzikir, tetiba ada gelombang manusia lewat begitu saja di depanku, mengacak-acak barisan. Aku pun terpental lagi.
Ya sudah, daripada nyusahin orang, aku biarkan terpisah dengan grup. Toh, nanti bisa ketemu lagi setelah 7 kali muterin Ka'bah.
Dalam kondisi bingung, tiba-tiba ada orang menarikku. Kupikir malaikat mau menolongku untuk tetap dalam barisan yang dekat Ka'bah. Ternyata setelah kulirik, yang menarikku seorang perempuan.
Ia mencengkeram baju ihramku. Siapa? Bidadarikah yang menarik baju Ihramku! Kalau ia bidadari, mungkin akulah orang paling beruntung. Di dunia saja sudah ditarik bidadari. Apalagi di akhirat.
Benarkah bidadari. Sucikah aku sehingga bidadari menarik baju ihramku?
Setelah kulihat dengan teliti wajah perempuan itu, ouh ternyata Cici, owner travel umrah. Kupikir bidadari. Sekarang aku tahu. Apa yang dilakukan Cici, pasti perintah dari Evi adikku di WA Grup, agar menjagaku.
Evi, adikku yang ke-9, memang dekat dengan Cici. Karena ia "pelanggan travel" milik Cici, ke berbagai tempat wisata baik di Indonesia maupun luar negeri.
Evi pernah ke Eropa, Turki, Raja Empat, Labuan Bajo, dan lain-lain. Makanya dekat dgn Cici. Aku ikut umroh karena "dipaksa" Evi, adikku ini. Evi inilah yang terus japri ke WAku agar ikut jadwal dan jangan suka misah dari grup.
Lucunya, hampir setiap ada momen penting, Cici moto aku. Lalu dishare ke Evi. Kadang foto selfi mesra berdua dengan Cici. Terus di kirim ke Evi.
Artikel Terkait
Presiden Jokowi Dicap Anti-Islam Usai Larang Buka Puasa Bersama, Menag Yaqut Justru Bilang Begini
Malam Takbiran Idul Fitri Suami Istri Berhubungan Intim, Simak Hukumnya dalam Islam
Opini: Ida Dayak dan Cinta Tuhan
Malam Lailatul Qadar Penting Bagi Umat Islam di Bulan Ramadhan, Ternyata Ini Alasannya
Pembalap Beragama Islam Ini Terang-Terangan Ingin Balapan di MotoGP
Biar Tak Beda Tanggal, Muhammadiyah Ingin Kalender Islam Global Segera Terwujud