Opini: Pengemis dan Bisnis dalam Perspektif Etika keagamaan

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Rabu, 16 Agustus 2023 | 16:55 WIB
Prof. Dr. Musa Asy'arie Opini Pengemis dan Bisnis dalam Perspektif Etika keagamaan.
Prof. Dr. Musa Asy'arie Opini Pengemis dan Bisnis dalam Perspektif Etika keagamaan.

Nabi Muhammad lebih menyukai orang yang telapak tangannya kasar, karena bekerja keras dari pada orang yang hanya duduk berdoa saja.

Baca Juga: Lirik Lagu NEW EMOTIONS, INFINITE Setelah 5 Tahun Vakum, Dinantikan Banget sama Penggemar

Melihat kondisi saat ini, di mana kemiskinan menyeruak di mana-mana, maka amalan terbaik adalah memberi pekerjaan. Jangan berpikir memberi pekerjaan kepada orang miskin adalah memberi sesuatu dengan modal besar.

Banyak pekerjaan sederhana yang bisa ditangani orang miskin dengan modal kecil. Seperti pedagang kaki lima, angkringan, petani sayur-sayuran (timun, kangkung, tomat, buncis, selada, oyong, dan pare).

Menanam sayur-sayuran semacam itu sudah bisa panen dalam 30 atau 45 hari saja. Dan keuntungannya cukup besar. Begitu pula dengan ternak unggas dan ikan lele. Modalnya kecil dan cepat panen.

Dari perspektif etika keagamaan, memberi pekerjaan sebagai sedekah adalah kemuliaan. Memberi sedekah pekerjaan lebih baik daripada memberi sedekah uang.

Baca Juga: Pinkan Mambo Mau Nikah Lagi, Pilih Pria yang Dicintai dan Terima Anak-anaknya

Bahkan memberi sedekah dalam bentuk merintis usaha baru atau bisnis kecil, bisa menjadi amal jariyah yang pahalanya tidak akan habis selama wong cilik tersebut survive dan terlepas dari kemiskinannya.

Dengan demikian, membangun bisnis kecil untuk wong cilik yang sengsara akan berdampak sangat besar dalam mengurangi kemiskinan.

Dari wacana inilah, kita perlu memupuk semangat dalam membuka usaha atau bisnis baru untuk mentransformasi sedekah.

Berapa pun usia seseorang, sepanjang masih diberi kekuatan untuk tetap produktif, bantulah dengan memberi pekerjaan atau mendirikan usaha baru. Ini karena, membuka usaha baru adalah membuka peluang pekerjaan.

Baca Juga: Poppy Capella Bantah Tahu Soal Foto Telanjang Miss Universe Indonesia 2023, Rio Motret Beri Bukti Ketelibatan

Itulah sebabnya negara, organisasi sosial dan agama (di Indonesia khususnya dan dunia umumnya), perlu mengampanyekan sekaligus menerapkan konsep sedekah pekerjaan atau usaha baru ketimbang sedekah uang.

Sedekah pekerjaan akan membuat penerima sedekah menjadi orang mandiri dan punya harga diri. Dia punya peran untuk membangun dunia dan menyejahterakan manusia, sekecil apa pun.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB

Krapyak

Selasa, 21 April 2026 | 22:32 WIB

Muslihat AS Menyerang Iran

Selasa, 14 April 2026 | 17:11 WIB
X