Zelenskyy mengatakan komandan tertingginya mendukung untuk melanjutkan operasi pertahanan dan memperkuat posisi di Bakhmut.
Baca Juga: Perlindungan Terhadap Bharada E Dicabut LPSK
Bakhmut merupakan sebuah kota dengan populasi sebelum perang sekitar 70.000 orang.
Zelenskiy tidak merinci alasannya tetapi Institute for the Study of War menyarankan bahwa Bakhmut telah menjadi penggiling daging bagi pasukan Rusia, mengalihkan mereka dari bagian lain dari garis depan sepanjang 800 km.
"Pertahanan Bakhmut, Ukraina tetap kuat secara strategis karena terus menghabiskan tenaga dan peralatan Rusia selama pasukan Ukraina tidak menderita korban yang berlebihan," ungkap lembaga think tank yang berbasis di Amerika Serikat dalam penilaian perang ini.
Baca Juga: Ammar Zoni Tersandung Lagi Kasus Narkoba, Netizen: di Luar Masih Ada Nasi Padang
Lembaga think tank itu mengatakan bahwa Rusia akan sulit memenangkan perang di daerah perkotaan.
Biasanya pasukan yang bertahan yang memiliki peluang lebih besar.
"Pasukan Rusia tidak mungkin dengan cepat mengamankan keuntungan teritorial yang signifikan ketika melakukan perang perkotaan, yang biasanya menguntungkan pihak bertahan," lanjutnya.
Baca Juga: Pandora Beneath The Paradise Tayang Perdana Besok, Ini Bocoran dari para Pemeran
Serangan ini kemungkinan besar akan banyak merugikan pihak Rusia.
"Dapat memungkinkan pasukan Ukraina menimbulkan banyak korban pada unit Rusia yang bergerak maju, bahkan ketika pasukan Ukraina secara aktif menarik diri," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Moskow Tuding Amerika Serikat 'Tangan Tak Terlihat' dalam Perang Rusia dan Ukraina
Rusia Tangguhkan Perjanjian START, Connie Rahakundini: Pusing Langsung Amerika Serikat
Bukan Rusia, Connie Rahakundini Sebut Amerika Serikat Ingin 'Menghajar' Negara Raksasa Ini
Ukraina Digempur Serangan Rudal Rusia, Volodymyr Zelenskiy: Penjajah Hanya Bisa Meneror Warga Sipil
Perjanjian New START Ditangguhkan Rusia, Apa Dampaknya?