Rusia Terus Gempur Bakhmut di Ukraina, Zelenskiy: Itu akan Jadi Jalan Terbuka ke Arah Donetsk

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Jumat, 10 Maret 2023 | 20:06 WIB
Ilustrasi, pasukan Rusia saat ini berusaha merebut Bakhmut Timur dan disaat yang bersamaan Ukraina membangun serangan balik.  (Pixabay.com/Pintera Studio)
Ilustrasi, pasukan Rusia saat ini berusaha merebut Bakhmut Timur dan disaat yang bersamaan Ukraina membangun serangan balik. (Pixabay.com/Pintera Studio)

Zelenskyy mengatakan komandan tertingginya mendukung untuk melanjutkan operasi pertahanan dan memperkuat posisi di Bakhmut.

Baca Juga: Perlindungan Terhadap Bharada E Dicabut LPSK

Bakhmut merupakan sebuah kota dengan populasi sebelum perang sekitar 70.000 orang.

Zelenskiy tidak merinci alasannya tetapi Institute for the Study of War menyarankan bahwa Bakhmut telah menjadi penggiling daging bagi pasukan Rusia, mengalihkan mereka dari bagian lain dari garis depan sepanjang 800 km.

"Pertahanan Bakhmut, Ukraina tetap kuat secara strategis karena terus menghabiskan tenaga dan peralatan Rusia selama pasukan Ukraina tidak menderita korban yang berlebihan," ungkap lembaga think tank yang berbasis di Amerika Serikat dalam penilaian perang ini.

Baca Juga: Ammar Zoni Tersandung Lagi Kasus Narkoba, Netizen: di Luar Masih Ada Nasi Padang

Lembaga think tank itu mengatakan bahwa Rusia akan sulit memenangkan perang di daerah perkotaan.

Biasanya pasukan yang bertahan yang memiliki peluang lebih besar.

"Pasukan Rusia tidak mungkin dengan cepat mengamankan keuntungan teritorial yang signifikan ketika melakukan perang perkotaan, yang biasanya menguntungkan pihak bertahan," lanjutnya.

Baca Juga: Pandora Beneath The Paradise Tayang Perdana Besok, Ini Bocoran dari para Pemeran

Serangan ini kemungkinan besar akan banyak merugikan pihak Rusia.

"Dapat memungkinkan pasukan Ukraina menimbulkan banyak korban pada unit Rusia yang bergerak maju, bahkan ketika pasukan Ukraina secara aktif menarik diri," pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X