SENAYANPOST - Pemerintah Iran memulai rangkaian prosesi pemakaman Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, di Teheran.
Tahap awal upacara diawali dengan penghormatan dari para pejabat asing, tokoh agama, serta berbagai delegasi internasional di Grand Mosalla Teheran.
Berdasarkan laporan kantor berita resmi Iran, IRNA, jenazah Ayatollah Khamenei bersama sejumlah tokoh yang turut gugur dipindahkan ke Grand Mosalla pada Jumat pagi.
Jenazah kemudian disemayamkan di ruang salat utama sebagai bagian dari upacara penghormatan publik yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari.
Sejumlah delegasi dari berbagai negara turut hadir dalam prosesi tersebut.
Mereka terdiri atas perwakilan pusat-pusat Islam, organisasi masyarakat sipil, hingga gerakan anti-perang dan anti-hegemoni dari beberapa negara Eropa, seperti Italia, Belanda, Inggris, Denmark, dan Austria.
Selain menghadiri upacara secara langsung, sebagian delegasi juga datang untuk meliput jalannya prosesi.
Rangkaian penghormatan akan berlanjut hingga Sabtu dan Minggu dengan jenazah tetap disemayamkan di Grand Mosalla Teheran.
Setelah itu, prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung di ibu kota Iran pada Senin.
Baca Juga: Ketua Parlemen Ungkap Harga Jual Minyak Iran Naik 20 Persen, Bantah Klaim Donald Trump
Usai prosesi di Teheran, rangkaian penghormatan akan dilanjutkan ke kota suci Qom.
Selanjutnya, upacara juga direncanakan digelar di Baghdad, Karbala, dan Najaf di Irak sebelum pemakaman terakhir dilaksanakan di Kota Mashhad pada 9 Juli mendatang.
Artikel Terkait
Pesan Publik Perdana Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei Usai Gugurnya Ali Khamenei
Bedakan Yahudi dan Zionisme, Dubes Iran Ungkap Penargetan Sayyid Ali Khamenei di Hari Pertama Serangan Amerika-Israel atas Iran
Iran akan Gelar Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Qom, dan Mashhad
Kesaksian Menlu Iran Abbas Araghchi saat Kantor Ayatollah Ali Khamenei Dibombardir Amerika Serikat dan Israel
Iran Umumkan Jadwal Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Qom, dan Mashhad