Iran Akan Meninjau Kembali Tawaran Kapal untuk Transit Melalui Selat Hormuz Setelah Situasi Stabil

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Minggu, 12 Juli 2026 | 23:34 WIB
Selat Hormuz  (Bakom RI )
Selat Hormuz (Bakom RI )

SENAYANPOST - Iran akan meninjau kembali permintaan transit kapal melalui Selat Hormuz setelah situasi di kawasan tersebut stabil, kata Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) pada hari Minggu 12 Juli 2026.

"Karena pergerakan ilegal baru-baru ini oleh pasukan bersenjata AS di kawasan tersebut, navigasi melalui Selat Hormuz saat ini tidak mungkin dilakukan. Segera setelah situasi stabil, semua permintaan akan ditinjau dan izin yang diperlukan akan dikeluarkan," bunyi pernyataan yang dimuat oleh Media Rusia Sputnik.

Iran menyatakan penutupan Selat Hormuz hingga intervensi AS di kawasan tersebut berakhir. Langkah ini diambil di tengah gelombang serangan udara lainnya antara AS dan Iran.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat pada hari Minggu 12 Juli 2026 ketika Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melepaskan tembakan peringatan ke sebuah kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang tidak sah.

Iran menuduh AS menciptakan "jalur ilegal" melalui selat tersebut dan menyatakan jalur air tersebut ditutup sementara.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) melancarkan serangan putaran ketiga terhadap Iran sebagai tanggapan atas dugaan serangan IRGC yang menyebabkan kebakaran di kapal kontainer berbendera Siprus M/V GFS Galaxy (Tidak diketahui apakah kedua insiden dengan kapal tersebut saling terkait).
Sekitar 140 target militer Iran terkena serangan putaran ini, menurut CENTCOM, yang mengklaim menargetkan kemampuan angkatan laut, fasilitas penyimpanan amunisi, jaringan komunikasi, dan lokasi pengawasan pantai.
Media pemerintah Iran melaporkan ledakan terutama di daerah pesisir selatan, termasuk Provinsi Bushehr, Pulau Qeshm, Bandar Abbas, Sirik, Chabahar, Bandar-e Deyr, Jask, Asaluyeh, dan Kerman.
IRGC mengumumkan serangan balasan terhadap target yang terkait dengan AS di wilayah tersebut sebagai tanggapan langsung terhadap serangan terhadap pangkalan pantai dan menara telekomunikasi Iran.
Mereka mengklaim serangan rudal dan drone terkoordinasi terhadap Bahrain, Kuwait, Yordania, Qatar, dan Oman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X