SENAYANPOST - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan ekspor minyak negaranya kembali berjalan setelah pencabutan blokade.
Menurutnya, Iran kini menjual minyak dengan harga sekitar 20 persen lebih tinggi dibanding sebelumnya.
Dalam wawancara yang disiarkan televisi, Ghalibaf mengatakan volume ekspor minyak Iran telah meningkat secara signifikan sejak pembatasan dicabut.
"Sejak hari blokade dicabut, kami telah mengekspor lebih dari 40 juta barel minyak," kata Ghalibaf pada 1 Juli 2026, dikutip SenayanPost.com dari Sputnik.
Ia menilai pemulihan ekspor tersebut menjadi salah satu indikator membaiknya aktivitas perdagangan energi Iran.
Baca Juga: Iran Bantah Ada Negosiasi Baru dengan AS, Delegasi ke Doha Fokus Bahas Aset yang Dibekukan
Bantah Klaim Donald Trump
Dalam kesempatan yang sama, Ghalibaf juga membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim dana hasil transaksi Iran hanya dapat digunakan untuk membeli produk asal Amerika Serikat.
Menurut Ghalibaf, Bank Sentral Iran memiliki kewenangan penuh untuk menggunakan dana tersebut guna membeli berbagai kebutuhan dari negara mana pun.
"Bank Sentral dapat membeli barang apa pun yang dibutuhkan, dengan harga berapa pun dan dalam mata uang apa pun di seluruh dunia," ujarnya.
Janji Tingkatkan Aktivitas di Selat Hormuz
Selain membahas ekspor minyak, Ghalibaf menyampaikan komitmen pemerintah Iran untuk meningkatkan aktivitas perdagangan melalui Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.
Baca Juga: Iran Kecam Serangan AS di Pesisir Selatan, Sebut Langgar Kesepakatan Pengakhiran Perang
Ia mengatakan pemerintah akan berupaya meningkatkan lalu lintas pelayaran sekaligus menekan biaya asuransi kapal yang melintasi kawasan tersebut.
Artikel Terkait
Analis: Israel Diduga Gagalkan Kesepakatan AS-Iran hingga Lima Kali
Trump Sebut Netanyahu ‘Sangat Sulit’, Ancam Lanjutkan Serangan Jika Kesepakatan Nuklir Iran Gagal
Wapres dan Menlu AS Beda Pendapat Soal Iran dan Israel, Gedung Putih Bantah Ada Perpecahan
Iran Kecam Serangan AS di Pesisir Selatan, Sebut Langgar Kesepakatan Pengakhiran Perang
Iran Bantah Ada Negosiasi Baru dengan AS, Delegasi ke Doha Fokus Bahas Aset yang Dibekukan