Opini: Buya Syafii dan Flexing Tokoh Agama (Mengenang 2 Tahun Kepergian Buya Syafii)

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Selasa, 7 Mei 2024 | 23:15 WIB
Syaefuddin Simon
Syaefuddin Simon

Ketika anda berbisnis sesama manusia, kata Reinhard Bonnke, maka perlu money (uang, karensi, atau surat berharga).

Baca Juga: The Kraton Majapahit Jakarta Palace Amazes the Indonesian Tzu Chi Group

Tetapi ketika anda melakukan bisnis dengan Tuhan, maka perlu faith (kepatuhan, keyakinan, atau iman). Bonnke melanjutkan: Faith is the currency of the Kingdom of God.

Keimanan adalah karensi (tiket atau alat tukar) menuju Kerajaan Tuhan (sorga). Apa yang dikatakan sang evangelist itu tepat. Lalu dimanfaatkan “koruptor uang Tuhan” untuk kepentingan pribadinya.

Tak sedikit pemuka agama – seperti ulama, pendeta, pastor, biksu dan lain-lain melakukan perbuatan macam itu. Mereka berfoya-foya memakai uang umat untuk membeli rumah mewah, supercar bahkan jet pribadi.

Para pemuka agama itu “menjual” Tuhan untuk kepentingan pribadi. Mereka menyatakan, jika “jamaah” memberi sumbangan untuk kepentingan agama, maka akan mendapat imbalan yang berkali-kali lipat dari Tuhan.

Baca Juga: Kraton Majapahit Jakarta Buat Takjub Rombongan Tzu Chi Indonesia

Tak sedikit tokoh agama tadi, diadukan jamaahnya atau masyarakat yang terlanjur mempercayainya.

Di pengadilan, mereka terbukti menyalahgunakan uang tersebut untuk membeli rumah mewah, mobil mewah, dan benda-benda lain yang harganya wah.

Modus “bisnis agama” semacam ini pernah menggemparkan Amerika. Pasangan pendeta Kenneth & Gloria Copeland, duo pimpinan Gereja Kharismatik, minta jamaahnya mengumpulkan uang untuk membeli pesawat jet.

Pesawat ini untuk perjalanan khotbah, katanya; untuk menyelamatkan manusia dari neraka.

Baca Juga: Terjemahan Lirik Lagu Watcha Doin, Dua Lipa, Tentang Apa sih?  

“Tuhan Jesus telah menyuruhku untuk membeli pesawat jet,” ujar pria kelahiran 1936, yang tinggal di rumah mewah di Texas ini.

Kenneth yang buku-bukunya best seller di AS tersebut, mengaku sering bertemu dengan Jesus.

Jamaah Gereja Kharismatik pun percaya. Ternyata, jet itu kemudian diketahui publik, untuk pentingan pribadi Kenneth dan keluarganya.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Opini: Buya Syafii dan Mbah Moen

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X