Opini: Buya Syafii dan Mbah Moen

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Jumat, 14 April 2023 | 14:39 WIB
Buya Syafii dan Mbah Moen
Buya Syafii dan Mbah Moen

Oleh: Dr. H.M. Amir Uskara
Politisi Senayan/Pimpinan Fraksi PPP

SENAYANPOST - Adakah persamaan antara Buya Ahmad Syafii Maarif, pendiri Maarif Istitute, Jakarta dan KH Maimoen Zubair, pendiri Ponpes Al-Anwar, Rembang? Jelas ada! Keduanya sama-sama tokoh Islam yang nasionalis.

Buya Syafii adalah tokoh Muhammadiyah, sedangkan Mbah Moen panggilan akrab KH Maimoen Zubair adalah tokoh NU.

Keduanya adalah pembela yang gigih terhadap eksistensi NKRI yang berdasarkan Pancasila.

Salah satu pernyataan Buya Syafii yang patut kita cermati: keislaman dan keindonesiaan adalah satu nafas. Sedangkan pernyataan Mbah Moen: Pancasila dan Islam adalah satu nafas.

Baca Juga: Israel Larang Pengunjung Yahudi dan Nonmuslim Masuki Kompleks Masjid Al Aqsa hingga Penghujung Ramadhan

Bila kedua pernyataan dari tokoh Muhammadiyah dan NU tersebut diintegrasikan, maka Indonesia, Pancasila, dan Islam tidak bisa dipisah-pisahkan. Karena Indonesia, Pancasila, dan Islam adalah satu nafas.

Dengan demikian, Islam Indonesia menurut Buya Syafii adalah berwatak nasionalis. Sedangkan Islam Indonesia, menurut Mbah Moen berwatak Pancasilais.

Apa konsekwensinya? NKRI, Pancasila, dan Islam adalah segitiga emas yang indah dan kokoh, berbasis budaya nusantara.

Ketiganya adalah fondasi "rumah besar", untuk bernaung rakyat nusantara yang plural dan multikultural.

Baca Juga: Iran Ingatkan Hari Internasional Al-Quds Jadi Momentum Dukung Pembebasa Palestina

Pandangan kedua tokoh besar Muhammadiyah dan NU ini, menurut hemat saya, sangat bermakna dalam merajut kehidupan berbangsa dan bernegara (yang plural dan multikultur) di tengah gempuran ideologi Islam transnasional.

KH Hasyim Muzadi, ketua PBNU (2000-2010), misalnya pernah mengingatkan umat Islam agar waspada terhadap infiltrasi ideologi Islam transnasional yang merusak keindonesiaan dan keislaman tadi.

Ideologi Islam transnasionalis ini, ujar almarhum Mbah Hasyim Muzadi, merusak eksistensi Islam santri. Sebab kata santri menunjukkan Islam yang khas Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X