Opini: Buya Syafii dan Flexing Tokoh Agama (Mengenang 2 Tahun Kepergian Buya Syafii)

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Selasa, 7 Mei 2024 | 23:15 WIB
Syaefuddin Simon
Syaefuddin Simon

Oleh: Syaefudin Simon

SENAYANPOST - Buya Syafii Maarif terkenal, karena kesederhanaan hidupnya.

Berkali-kali Buya Syafii menolak berbagai tawaran dari Presiden Jokowi untuk menduduki jabatan negara atau komisaris di BUMN yang bergaji tinggi.

Tapi di sekitar kita, banyak orang yang ingin terlihat kaya. Kemewahan hidupnya diperlihatkan melalui sosial media seperti Instagram, Tiktok, Twitter, FB dan lain-lain. Mereka suka pamer kekayaan. Istilah sosmednya, mereka suka flexing.

Belum lama ini, dunia sosmed ramai karena flexing seorang pegawai negeri sipil atau ASN (aparatur sipil negara).

Baca Juga: MADINAH YANG MENYALA

Di sosmed ia pamer rumah dan mobil mewah, yang nilainya mahal. Di luar kemampuan finansial seorang ASN. Akibatnya, ia ditangkap polisi. Di depan pengadilan, terbukti kemewahan hidupnya berasal dari korupsi.

Yang ironis, kini flexing kemewahan itu, dilakukan pula oleh sebagian tokoh agama, misalnya ulama, pendeta, pastor, dan lain-lain.

Seperti halnya ASN korup yang flexing, pemuka agama yang suka flexing pun, kebanyakan korup. Bukan korup uang negara atau uang rakyat. Tapi korup “uang” Tuhan.

Korup “uang” Tuhan? Yoi! Caranya: mereka “menjual” Tuhan. Mereka menjanjikan surga bila orang atau jamaahnya memberikan sumbangan untuk agama atau membangun tempat-tempat ibadah serta sarana yang terkait dengan menambah keimanan terhadap Tuhan.

Baca Juga: Terjemahan Lirik Lagu SPELL, SEVENTEEN, Makin Menghayati Setelah Tahu Artinya!

Tapi “di belakang” uang itu ternyata masuk kantong sang pemuka agama. Modus korup lainnya, memasang tarif “wah” untuk berdakwah.

Mahalnya seperti mengundang pedangdut Lesti Kejora. Sampai panitia tablig harus menguras habis kas masjid yang dikumpulkan bertahun-tahun untuk membayar sang daitis (dai artis) itu.

Seorang Evangelist (pengkhotbah), Reinhard Bonnke, mengatakan: When you do business with people you need money. When you do business with God you need Faith.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Opini: Buya Syafii dan Mbah Moen

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X