Opini: Akan Menguatkah, Tafsir yang Tak Lagi Harus Hewan Dijadikan Kurban Ritus Agama

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Rabu, 19 Juni 2024 | 18:43 WIB
Denny JA
Denny JA

Data menunjukkan di Amerika Serikat juga di Eropa, lebih dari 50% rumah tangga sekarang ini memelihara hewab. Tak hanya anjing, tapi juga kucing.

Dan semakin banyak pula riset-riset menunjukkan bahwa hewan pun memiliki kesadaran.

Baca Juga: Tentara Pendudukan Israel Cegah Warga Palestina Salat Idul Adha di Masjid Al Aqsa

Artificial intelligence memang cerdas, tapi ia hanya punya intelligence. Artificial intelligence tidak memiliki kesadaran.

Tapi apa itu kesadaran? Kesadaran adalah subyek yang bisa menderita. Jika ia bisa menderita, berarti ia punya kesadaran. Ia bisa senang, ia bisa sedih.

Itu ditunjukkan oleh hewan seperti anjing dan kucing. Mereka bisa menampakkan ekspresinya yang sedih, bingung, menangis, dan gembira.

Banyak di antara kita yang mungkin menonton film *Hachiko* (2009). Film ini diperankan oleh Richard Gere.

Baca Juga: AS Tambah Impor Minyak dari Irak

Itu kisah true story, bagaimana seekor anjing bertahun-tahun menunggu di stasiun, menunggu tuannya pulang, dan turun dari kereta.

Suatu ketika tuannya wafat di tempat lain. Anjing itu tidak tahu. Namun ia tetap menunggu dengan setia di stasiun kepulangan tuannya, bertahun-tahun. Anjing itu tetap menunggu sampai ia sendiri wafat.

Itu peristiwa yang heboh. Hachiko pun dibuatkan patungnya di sebuah stasiun. Patung tersebut simbol kesetiaan seekor anjing kepada tuannya.

Gelombang baru animal rights mempengaruhi dukungan untuk tidak lagi menjadikan hewan sebagai bagian dari ritus agama.

Baca Juga: Timwas Haji DPR RI Terima Keluhan Jemaah Asal Indonesia, Cak Imin Sebut Kapasitas Berlebih

Bisa saja sebagian mereka tetap memakan hewan. Itu bagian dari kebutuhan pada vitamin hewan. Tapi mereka tak lagi nyaman menjadikan hewan secara massal disembelih, dengan darah yang mengucur, sebagai bagian dari ritus agama.

Dihadapan kita kini terhidang tiga pandangan. Pertama, pandangan majority, dengan MUI sebagai jangkarnya. Kurban hewan itu tak bisa diganti. Tak ada perkecualian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB
X