Opini: Akan Menguatkah, Tafsir yang Tak Lagi Harus Hewan Dijadikan Kurban Ritus Agama

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Rabu, 19 Juni 2024 | 18:43 WIB
Denny JA
Denny JA

Per hari ini tentu saja pandangan dari Shahid Ali Mutaqqi ini opini yang minor. Ia hanya pandangan alternatif saja. Bahkan mungkin oleh sebagian dianggap pandangan yang nyeleneh.

Namun ada berbagai kondisi yang pelan-pelan membuat pandangan Shahid Ali Mutaqqi mendapat dukungan yang menguat dan menguat lagi.

Baca Juga: Kominfo Bantah Situs Elaelo Buatan Pemerintah, Aptiknas Imbau Masyarakat Jangan Asal Berikan Data Penting

Konteks sosial zaman baru, zaman yang berubah, akan lebih menguatkah spirit tak lagi ingin hewan dijadikan kurban ritus agama?

Tiga hal yang bisa membuat pandangan dari Shahid Ali Mutaqqi ini menguat dan potensial lebih banyak lagi yang mendukung tafsir ini.

Pertama adalah kesepakatan pada filsafat dari tafsir itu. Mereka yang setuju memahami bahwa kisah Nabi Ibrahim itu lebih kuat pada ajaran moralnya.

Bahwa ini kisah bagaimana seorang insan manusia, seorang nabi akhirnya memilih lebih cinta pada Tuhan, lebih cinta pada kebenaran ketimbang cinta bahkan kepada anak kandungnya sendiri. Kisah hewan sebagai kurban bukan pesan utama.

Baca Juga: Netanyahu Protes Gegara AS Tunda Kirim Senjata ke Israel, Gedung Putih Justru Bilang Ini

Filosofi ini sangat dalam. Menyentuh. Prinsip moralnya melampaui sekedar kisah kurban hewan belaka.

Kedua: keberagaman dimensi sosial yang lebih terlayani, jika kurban itu tidak harus hewan. Kurban juga bisa dalam bentuk derma, dana tunai, dan sebagainya.

Pada segmen masyarakat yang membutuhkan daging hewan, mereka tetap bisa terlayani. Tapi di segmen yang lebih membutuhkan dana untuk pendidikan, mereka juga bisa diakomodasi. Di segmen yang lebih perlu fasilitas kesehatan, itu pun bisa diberikan.

Jika kurbannya berupa dana, maka kurban ini bisa disalurkan lebih bervariasi. Kurban dapat dibagikan sesuai kebutuhan dari masing-masing segmen yang akan dibantu.

Baca Juga: Jualan Agama dalam Konflik Politik Internal Israel

Ketiga: ini era lahirnya kesadaran yang lebih kuat soal lingkungan hidup dan animal rights. Muncul banyak gerakan dan civil society tentang pentingnya hewan untuk lebih dilindungi.

Ini era dimana kedekatan manusia dengan hewan itu semakin kuat dan dalam dibanding babak sejarah sebelumnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB
X