Perjanjian New START Ditangguhkan Rusia, Apa Dampaknya?

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Jumat, 10 Maret 2023 | 08:36 WIB
Ilustrasi, perjanjian nuklir New START belum lama ini ditangguhkan oleh Rusia berikut dampaknya jika tidak diteken kedua negara. (Pixabay.com/distelAPPArath)
Ilustrasi, perjanjian nuklir New START belum lama ini ditangguhkan oleh Rusia berikut dampaknya jika tidak diteken kedua negara. (Pixabay.com/distelAPPArath)

3. Masing-masing pihak dapat melakukan hingga 18 inspeksi tempat senjata nuklir strategis setiap tahun untuk memastikan pihak lain tidak melanggar batas perjanjian.

Baca Juga: 5 Episode Terbaik Anime One Piece yang Bisa Disaksikan Ulang Nakama

Inspeksi berdasarkan perjanjian ditunda pada Maret 2020 karena pandemi Covid-19.

Pembicaraan antara Moskow dan Washington untuk melanjutkan inspeksi dijadwalkan berlangsung November lalu di Mesir.

Tetapi Rusia menundanya dan tidak ada pihak yang menetapkan tanggal baru.

Baca Juga: Ukraina Digempur Serangan Rudal Rusia, Volodymyr Zelenskiy: Penjajah Hanya Bisa Meneror Warga Sipil

Alasan Penangguhan Rusia

Rusia mengatakan awal bulan ini bahwa pihaknya ingin mempertahankan perjanjian itu.

Meskipun apa yang disebutnya sebagai pendekatan AS yang merusak untuk pengendalian senjata.

Baca Juga: Jadwal Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadhan 1444 H dari Kemenag RI

Namun, pada hari Selasa, Kementerian Luar Negeri Rusia menyalahkan AS atas keputusan untuk menangguhkan partisipasi, menuduh Washington tidak mematuhi ketentuannya dan mencoba merusak keamanan nasional Rusia.

Moskow mengatakan realita geopolitik mendasar yang mendasari penandatanganan perjanjian itu telah berubah.

Dikatakan ketentuan telah menjadi sepihak, mendukung AS, mengatakan telah menemukan cara untuk melanggar batas pusatnya pada jumlah hulu ledak nuklir yang dapat dikerahkan.

Baca Juga: Kapan Awal Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2023? Ini Penjelasan dari BRIN

Putin menekankan bahwa Rusia hanya menangguhkan, bukan menghentikan keikutsertaannya dalam perjanjian tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X