3. Masing-masing pihak dapat melakukan hingga 18 inspeksi tempat senjata nuklir strategis setiap tahun untuk memastikan pihak lain tidak melanggar batas perjanjian.
Baca Juga: 5 Episode Terbaik Anime One Piece yang Bisa Disaksikan Ulang Nakama
Inspeksi berdasarkan perjanjian ditunda pada Maret 2020 karena pandemi Covid-19.
Pembicaraan antara Moskow dan Washington untuk melanjutkan inspeksi dijadwalkan berlangsung November lalu di Mesir.
Tetapi Rusia menundanya dan tidak ada pihak yang menetapkan tanggal baru.
Baca Juga: Ukraina Digempur Serangan Rudal Rusia, Volodymyr Zelenskiy: Penjajah Hanya Bisa Meneror Warga Sipil
Alasan Penangguhan Rusia
Rusia mengatakan awal bulan ini bahwa pihaknya ingin mempertahankan perjanjian itu.
Meskipun apa yang disebutnya sebagai pendekatan AS yang merusak untuk pengendalian senjata.
Baca Juga: Jadwal Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadhan 1444 H dari Kemenag RI
Namun, pada hari Selasa, Kementerian Luar Negeri Rusia menyalahkan AS atas keputusan untuk menangguhkan partisipasi, menuduh Washington tidak mematuhi ketentuannya dan mencoba merusak keamanan nasional Rusia.
Moskow mengatakan realita geopolitik mendasar yang mendasari penandatanganan perjanjian itu telah berubah.
Dikatakan ketentuan telah menjadi sepihak, mendukung AS, mengatakan telah menemukan cara untuk melanggar batas pusatnya pada jumlah hulu ledak nuklir yang dapat dikerahkan.
Baca Juga: Kapan Awal Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2023? Ini Penjelasan dari BRIN
Putin menekankan bahwa Rusia hanya menangguhkan, bukan menghentikan keikutsertaannya dalam perjanjian tersebut.
Artikel Terkait
Alasan Pasukan Elit Angkatan Laut Rusia Mangkir dari Tugas
Moskow Tuding Amerika Serikat 'Tangan Tak Terlihat' dalam Perang Rusia dan Ukraina
Rusia Tangguhkan Perjanjian START, Connie Rahakundini: Pusing Langsung Amerika Serikat
Bukan Rusia, Connie Rahakundini Sebut Amerika Serikat Ingin 'Menghajar' Negara Raksasa Ini
Ukraina Digempur Serangan Rudal Rusia, Volodymyr Zelenskiy: Penjajah Hanya Bisa Meneror Warga Sipil