Idul Fitri, kalau kita renungkan, mengingatkan kita pada kondisi ekonomi yang harus diperbaiki paradigma dan konsepnya.
Baca Juga: Grand Mufti Mesir Tetapkan Idul Fitri Jumat Ini
Konsep ekonomi bukan melulu pasar bebas, bukan melulu menimbun kekayaan, bukan melulu eksploitasi buruh murah, bukan melulu mengekstrak kulit bumi untuk diambil batu bara, minyak, dan logamnya.
Bukan itu semua, ekonomi adalah pendistribusian kekayaan alam secara adil, manusiawi, dengan basis kesederhanaan.
Guru Mahatma Gandhi menyatakan, bumi Tuhan mampu memberi kesejahteraan semua penghuninya. Tapi tidak mampu untuk memenuhi keserakahannya.
Puasa Ramadhan sebulan penuh merupakan kilas balik mengenang "conditio sine quanon" untuk membangun Ekonomi Fitri yang terlupakan. Dan Idul Fitri adalah hari pertama bagi umat Islam untuk kembali melaksanakan ekonomi Fitri yang kini terpinggirkan itu.
Baca Juga: Ini Imbauan Kapolri agar Masyarakat Ikut Mengamankan Malam Takbiran dan Idul Fitri
Kata Muhammad dan Isa, jika engkau punya dua baju, berikan satu baju pada orang yang membutuhkan! Itulah akhlak orang beriman. Itulah Ekonomi Fitri.
Sederhana, tapi tidak mudah melaksanakannya. Polusi di hati umat telah membutakan pandangannya terhadap ekonomi ajaran Nabi ini.
Dampaknya, alih-alih Idul Fitri menjadi hari yang memamerkan kesederhanaan dan keikhlasan darma, yang terjadi sebaliknya: memamerkan kemewahan.***
Artikel Terkait
Habib Rizieq Bicara Soal Hari Raya Idul Fitri: Kalau Hari Raya Jumat, Solat Id Sabtu ikut Pemerintah
Arab Saudi Putuskan Idul Fitri Jumat Besok
Ini Imbauan Kapolri agar Masyarakat Ikut Mengamankan Malam Takbiran dan Idul Fitri
Grand Mufti Mesir Tetapkan Idul Fitri Jumat Ini
Pemerintah Tetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444 H Beda dengan Muhammadiyah, Kemenag Himbau Hal Ini