Opini: Idul Fitri dalam Perspektif Ekonomi dan Keadilan Sosial

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Sabtu, 22 April 2023 | 14:11 WIB
Ilustrasi Idul Fitri saling bermaaf-maafan. (Sumber: canva/Odua Images)
Ilustrasi Idul Fitri saling bermaaf-maafan. (Sumber: canva/Odua Images)

Muhammad sendiri adalah pribadi yang ramah dan berpikir kosmopolit, Muhammad tidak melihat manusia berdasarkan agamanya.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Aplikasi Android Terbaik untuk Mencatat di Tahun 2023, Mulai dari Google Keep hingga Squid

Tapi berdasarkan akhlaknya, ini terjadi karena Islam yang dibawa Muhammad adalah untuk memperbaiki akhlak manusia.

Yaitu akhlak yang berbasis pada ketaatan dan keikhlasan untuk menyembah hanya kepada Allah Yang Maha Pengasih Penyayang, itulah Islam hakiki.

Itulah prinsip dasar Islam. Seperti disebutkan Qur'an, prinsip dasar Islam adalah Muhammad diutus Allah untuk memperbaiki akhlak manusia.

Diksi "memperbaiki akhlak manusia" dalam Qur'an itu perlu ditulis dengan huruf tebal. Sebabnya, semua jenis arogansi, intoleransi, merasa paling benar, dan mengaku memegang kunci sorga berasal dari pengingkaran terhadap diksi prinsip Kerasulan Muhammad tersebut.

Baca Juga: Arus Mudik Lebaran 2023 Sejauh Ini Lancar, Kapolri Sebut Rekayasa Lalu Lintas Berjalan Baik

Di samping itu, Allah menyatakan sengaja menciptakan berbagai macam agama.

Kalau mau, Allah bisa menciptakan satu agama saja. Tapi hal itu tak dilakukanNYA. Secara obyektif, jika Tuhan menciptakan hanya satu agama, tak ada pembanding untuk melihat mana komunitas agama yang paling baik akhlaknya.

Muhammad berhasil membangun Chiefdom Madinah dengan prinsip akhlak, keadilan, kesejahteraan, dan persamaan hak asasi tadi.

Jadi, jangan heran kalau di antara tentara Chiefdom Madinah yang ikut memerangi "musuh Islam" adalah orang Yahudi.

Baca Juga: Viral Penganiayaan di Cimahi, Polisi Ungkap Pelaku Sempat Berusaha Kabur ke Cianjur

Yang disebut musuh Islam di sini adalah kabilah-kabilah yang tidak mau diajak damai, arogan, intoleran, memusuhi Islam, dan destruktif.

Jika perangai kelompok ini dibiarkan, maka merusak bangunan umat yang sedang ditegakkan Chiefdom.

Sejarah Islam mencatat, seorang pemimpin Yahudi dari Kabila Qainuqa, Mukhairiq, ikut berperang membela Rasul.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB
X