Presiden Erdogan Sebut Ukraina 'Layak' Jadi Anggota NATO: Tidak Ada Keraguan

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Sabtu, 8 Juli 2023 | 14:16 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menilai Ukraina 'layak' menjadi anggota NATO selanjutnya di tengah Perang Rusia Ukraina. (Twitter.com/@RTErdogan)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menilai Ukraina 'layak' menjadi anggota NATO selanjutnya di tengah Perang Rusia Ukraina. (Twitter.com/@RTErdogan)

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg juga menegaskan kembali pandangannya bahwa Ukraina akan menjadi anggota.

Baca Juga: PDIP Rilis 7 Nama Cawapres Ganjar di Pilpres 2024, Gubernur Jatim Jadi Perempuan Pertama yang Masuk Daftar

Namun, batas waktu keanggotaan Ukraina masih belum jelas.

Pada hari Jumat, Amerika Serikat meredam harapan Ukraina untuk segera bergabung dengan aliansi tersebut, dengan mengatakan bahwa pertemuan puncak minggu ini tidak akan menghasilkan undangan keanggotaan NATO.

Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan KTT Vilnius 'akan menjadi momen penting dalam jalur menuju keanggotaan', tetapi Ukraina memiliki 'langkah lebih lanjut yang perlu diambil sebelum menjadi anggota NATO'.

Baca Juga: Mahfud MD Bantah Pernyataan PDIP: Tidak Ada Pertemuan dengan Ganjar, yang Ketemu Anies

Negara-negara NATO memperdebatkan kapan dan bagaimana Ukraina dapat menjadi anggota dan dalam keadaan apa.

Negara-negara anggota seperti Jerman bersikeras bahwa syarat-syarat tertentu harus dipenuhi, termasuk militer berada di bawah kendali sipil dan demokratis.

Masih belum jelas apa sebenarnya yang akan ditawarkan Ukraina pada pertemuan puncak di ibu kota Lituania itu, dan Zelenskyy telah mengakui bahwa Kyiv tidak mungkin dapat bergabung dengan NATO saat berperang dengan Rusia.

Baca Juga: Akibat Kecelakaan Tulang Belakang Patah Tiga, Pol Espargaro Lebih Pendek 1,5 Cm

Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengancam tindakan yang tidak ditentukan jika Ukraina bergabung dengan NATO.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X