Dokumen Rencana Perang Ukraina oleh Amerika dan NATO Bocor di Media Sosial, Pentagon Adakan Investigasi

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Jumat, 7 April 2023 | 15:09 WIB
Ilustrasi, sebuah dokumen rahasia yang berisi rencana Amerika dan NATO untuk perang Ukraina bocor di media sosial, Pentagon akan adakan investigasi. (Pixabay.com/Defence-Imagery)
Ilustrasi, sebuah dokumen rahasia yang berisi rencana Amerika dan NATO untuk perang Ukraina bocor di media sosial, Pentagon akan adakan investigasi. (Pixabay.com/Defence-Imagery)

Baca Juga: Rusia Klaim Rebut Kota Bakhmut, Presiden Volodymyr Zelenskiy Justru Bilang Begini

Dokumen tersebut berisi ringkasan dari 12 brigade tempur yang sedang dirakit, dengan sembilan di antaranya tampaknya dilatih dan dipasok oleh Amerika Serikat dan sekutu NATO lainnya.

Dari sembilan brigade itu, dokumen mengatakan bahwa enam akan siap pada 31 Maret dan sisanya pada 30 April.

Sebuah brigade Ukraina memiliki sekitar 4.000 hingga 5.000 tentara, kata para analis.

Dokumen tersebut mengatakan bahwa waktu pengiriman peralatan akan memengaruhi pelatihan dan kesiapan untuk memenuhi jadwal.

Baca Juga: Profil Evan Gershkovich, Wartawan Amerika Serikat yang Dituding Mata-mata oleh Rusia

Total peralatan yang dibutuhkan untuk sembilan brigade, kata dokumen itu, lebih dari 250 tank dan lebih dari 350 kendaraan mekanis.

Bocoran tersebut merupakan terobosan intelijen Rusia pertama yang dipublikasikan sejak perang dimulai.

Sepanjang perang, Amerika Serikat telah memberi Ukraina informasi tentang pos komando, depot amunisi, dan simpul penting lainnya di garis militer Rusia.

Intelijen real-time semacam itu telah memungkinkan Ukraina untuk menargetkan pasukan Rusia, membunuh jenderal senior, dan memaksa pasokan amunisi dipindahkan lebih jauh dari garis depan Rusia.

Baca Juga: Selain Narkoba, Korut juga Eksekusi Mati Warganya yang Melakukan Kegiatan Agama

Sementara itu, pejabat AS mengatakan Ukraina telah memainkan peran yang menentukan dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan tersebut.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Sumber: New York Times

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X