Rusia Pegang Presidensi Dewan Keamanan PBB, Presiden Volodymyr Zelenskiy Sebut Absurd dan Destruktif

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Minggu, 2 April 2023 | 06:06 WIB
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy mengaku geram dengan terpilihnya Rusia sebagai pemegang presidensi Dewan Keamanan PBB. (Instagram.com/@zelenskiy_official)
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy mengaku geram dengan terpilihnya Rusia sebagai pemegang presidensi Dewan Keamanan PBB. (Instagram.com/@zelenskiy_official)

SENAYAN POST - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy mengaku geram dengan terpilihnya Rusia sebagai ketua presidensi Dewan Keamanan PBB belum lama ini.

Rusia belum lama ini terpilih menjadi ketua presidensi Dewan Keamanan PBB di antara 15 anggotanya dan membuat Volodymyr Zelenskiy tak habis pikir.

Menurut Volodymyr Zelenskiy, terpilihnya Rusia dalam presidensi Dewan Keamanan PBB ini adalah langkah absurd dan destruktif setelah negara itu dituding melakukan kejahatan perang terhadap Ukraina.

Baca Juga: Vladimir Putin Sebut Rusia Akan Tempatkan Senjata Nuklir di Belarusia, Begini Reaksi dari Amerika Serikat

Terakhir kali Rusia memegang kepresidenan bergilir dari badan yang bertanggung jawab untuk menjaga perdamaian dan memerangi tindakan agresi internasional adalah pada Februari 2022 ketika pasukan Moskow melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina.

"Sayangnya, kami memiliki beberapa berita yang jelas tidak masuk akal dan merusak," kata Zelenskiy pada 1 April 2023, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.

Presiden Ukraina itu menambahkan bahwa penembakan Rusia telah menewaskan seorang bocah laki-laki berusia lima bulan pada hari Jumat, 31 Maret 2023.

Baca Juga: Buntut dari Surat Penangkapan, Sekutu Vladimir Putin Larang Kegiatan ICC di Rusia

"Dan pada saat yang sama Rusia memimpin Dewan Keamanan PBB. Sulit membayangkan apa pun yang lebih membuktikan kebangkrutan total lembaga semacam itu," ujarnya.

Presidensi bergilir menurut abjad setiap bulan di antara 15 anggota.

Meskipun sebagian besar bersifat prosedural, Kremlin dan pejabat Rusia lainnya berjanji untuk 'menjalankan semua haknya' dalam peran tersebut.

Baca Juga: Ukraina Minta Tambahan Amunisi dari Eropa, Rusia Terus Gempur Kota Bakhmut

Sementara itu, Amerika Serikat pada hari Kamis mendesak Rusia untuk 'profesional' ketika mengambil peran, dengan mengatakan tidak ada cara untuk memblokir Moskow dari pos tersebut.

Pada bulan Maret, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), sebuah badan peradilan internasional yang tidak terkait dengan PBB, mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Presiden Vladimir Putin dan komisionernya untuk hak-hak anak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X