Wapres Maruf Amin Bicara Soal Perbedaan Politik Jelang Pemilu 2024: Silaturahmi Kita Sudah...

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Minggu, 23 April 2023 | 16:07 WIB
Wapres RI, KH Maruf Amin menilai momen Hari Raya Idul Fitri bisa dijadikan ajang untuk memperkuat tali silaturahmi jelang Pemilu 2024. (Instagram.com/@kyai_marufamin)
Wapres RI, KH Maruf Amin menilai momen Hari Raya Idul Fitri bisa dijadikan ajang untuk memperkuat tali silaturahmi jelang Pemilu 2024. (Instagram.com/@kyai_marufamin)

SENAYAN POST - Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin menanggapi perbedaan politik jelang Pemilu 2024 belum lama ini.

Menurut Maruf Amin, momen Hari Raya Idul Fitri merupakan salah satu cara untuk merekatkan silaturahmi jelang Pemilu 2024.

Dengan begitu, Maruf Amin menilai bahwa momen silaturahmi di Hari Raya Idul Fitri bisa meredam perbedaan politik jelang Pemilu 2024 yang semakin dekat.

Baca Juga: Puluhan Ribu Warga Israel Tuntut Netanyahu Mundur

Sebagaimana diketahui, saat ini banyak partai politik yang menyiapkan kadernya menjelang Pemilu 2024 yang dilaksanakan serentak.

Tidak sedikit beberapa tokoh yang dicalonkan muncul di berbagai media sosial.

Namun, dalam ajang pesta demokrasi ini ada kekhawatiran adanya permusuhan.

Baca Juga: Opini: Ganjar, Hadiah Idul Fitri?

Indonesia memiliki penduduk yang cukup beragam dari Sabang sampai Merauke.

"Pemilu yang akan datang tidak membuat kita terpecah karena silaturahmi kita sudah kuat," kata Maruf Amin pada 22 April 2023, dikutip SenayanPost.com dari Antara.

"Jadi tidak terpecah karena adanya perbedaan politik," tambahnya.

Baca Juga: Opini: Idul Fitri dalam Perspektif Ekonomi dan Keadilan Sosial

Saat ini situasi politik di Indonesia sudah mulai menghangat di mana partai politik mulai mengumumkan calon Presiden RI ataupun koalisi.

Menurutnya, ajang silaturahmi dalam momen Hari Raya Idul Fitri bisa memperkuat persaudaraan termasuk menghadapi Pemilu 2024.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X