SENAYANPOST- Sekitar 30.000 massa pada Sabtu, 22 April 2023, malam hari memenuhi pusat kota Tel Aviv, ibukota Israel menuntut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar mengundurkan diri dan dilaksanakan refomasi peradilan.
Netanyahu sudah 16 pekan kembali berkuasa sebagai kepala pemerintahan, sempat dikalahkan oleh oposisi yang kemudian terpecah akibat tidak adanya konsensus bersama.
Aksi demonstrasi juga terpantau di sejumlah kota antara lain Haifa, Bir Saba, Al Quds Barat, Natania, Asdod, Hartaslia, Rousy Haein, Bait Syaimasy, Kufar Saba, dan Bat Yam.
Presiden Israel Isaac Hartsog berjanji akan segera mengajak pihak koalisi dan pihak oposisi untuk duduk bersama membahas sejumlah isu untuk segera diselesaikan.
Mantan PM Israel Yair Labid, salah satu pemimpin oposisi, menyatakan bahwa gaya PM Israel Benjamin Netanyahu sangat memetikan demorkasi dan memulai kediktatorannya dengan menguasai semua lembaga pemerintahan (eksekuti, legislatif dan yudikatif). (Muqoddas).