"Nilai silaturahmi itu menjadi penting dalam kaitannya menjaga kekeluargaan dan persaudaraan, termasuk juga dalam menghadapi Pemilu," terangnya.
Baca Juga: One Piece: 5 Buah Iblis yang Pas untuk Nami, Ada Mero Mero no Mi hingga Uo Uo no Mi, Model: Seiryuu
Tidak sedikit yang memprediksi bahwa Pemilu yang akan datang rawan sekali perpecahan.
Namun, Wapres Maruf menerangkan bahwa pesta demokrasi ini sudah dilaksanakan berkali-kali di Indonesia dan berjalan dengan lancar.
"Pemilu ini kan sudah berkali-kali, artinya sudah biasa. Sikap legowo itu yang memang kita perlukan dalam Pemilu karena hal ini merupakan sistem yang kita sepakati dalam penyelenggaraan negara," bebernya.
Menurutnya, perbedaan dalam berpolitik harus tetap ada dan merupakan sebuah keniscayaan.
"Perbedaan pandangan politik dalam sistem demokrasi kita itu suatu keniscayaan, bahkan harus ada perbedaan politik," ungkapnya.
Maruf menekankan bahwa perbedaan tersebut jangan sampai menimbulkan permusuhan.
Baca Juga: Arus Mudik Lebaran 2023 Sejauh Ini Lancar, Kapolri Sebut Rekayasa Lalu Lintas Berjalan Baik
"Tetapi perbedaan itu tidak boleh menimbulkan permusuhan, harus disikapi dengan rasa kekeluargaan, damai," pungkas dalam konferensi pers setelah Hari Raya Idul Fitri.***
Artikel Terkait
KPU RI Siapkan Berkas Banding setelah PN Jakarta Pusat Kabulkan Gugatan Partai Prima terkait Pemilu 2024
Buntut dari Putusan Tunda Pemilu 2024, Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Dilaporkan
KPU Sebut Masa Depan Indonesia Ada di Tangan 60 Persen Pemilih Muda Pemilu 2024, Begini Penjelasannya
Apakah Pemilu 2024 Bisa Ditunda? Ini Jawaban dari Menko Polhukam Mahfud MD
Opini: Sihir Pesohor di Pemilu 2024