"Tapi, kita lihat kondisi geopolitik dunia penuh dengan ketidakpastian, dan kita tahu bahwa pertahanan syarat utama untuk stabilitas. Jaminan bahwa kita bisa berdaulat," kata Prabowo.
Ke depan, pemerintah akan terus membangun dan memperkuat kemampuan pertahanan nasional demi menjaga keamanan wilayah udara, laut, dan daratan Indonesia.
"Dalam waktu yang akan datang terus akan kita bangun kekuatan kita. Kita ingin mengamankan wilayah udara, wilayah laut, dan tentunya wilayah daratan kita," imbuhnya.
Kehadiran Rafale akan meningkatkan kemampuan tempur udara Indonesia, baik dalam operasi udara-ke-udara maupun udara-ke-darat.
Sementara kehadiran Falcon 8X mendukung mobilitas strategis dan misi pengawasan.
Di sisi lain, A400M MRTT memperkuat kemampuan angkut logistik serta pengisian bahan bakar di udara untuk operasi jarak jauh.
Adapun Radar GCI GM403 berperan penting dalam sistem deteksi dini dan pengendalian pertahanan udara nasional guna menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.***
Artikel Terkait
Gubernur BI Beberkan Tujuh Kiat Penguatan Rupiah ketika Bertemu Presiden Prabowo
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT ASEAN ke-48, Bahas Energi dan Stabilitas Kawasan
Disambut Tarian Khas dan Pasukan Jajar Kehormatan, Presiden Prabowo Tiba di Filipina untuk KTT ASEAN ke-48
Kunjungan ke KTT ASEAN Cebu: Kepemimpinan Presiden Prabowo Berikan Kebanggaan bagi Warga Indonesia di Luar Negeri
Diaspora Indonesia di Filipina Apresiasi Perhatian Prabowo terhadap WNI di Luar Negeri