Bagi Faisal, Rejim Jokowi -- tidak hanya brutal dan ugal-ugalan dalam membangun infrastruktur tanpa logika yang waras, tapi juga merusak tatanan demokrasi dengan membangun dinasti.
Baca Juga: Gerbang Pendermaan Pendiri Kota Rembulan Ibukota Imperium Majapahit – RIHLAH MOJOKERTO II
Presiden Jokowi -- pinjam omongan ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia -- adalah raja Jawa yang tak terkalahkan.
Dinasti dan demokrasi adalah oksimoron dalam membangun pemerintahan yang akuntabel dan transparan.
Di balik dinasti, pasti bermunculan korupsi, inkonsistensi, dan interest pribadi. Dan itu sudah mulai terlihat di akhir rejim Jokowi. Negara porak poranda demi kepentingan oligarki dan dinasti keluarga.
Selamat jalan sang legenda! Perjuanganmu memberantas korupsi dan menjaga kewarasan logika menjadi warisan anak bangsa yang abadi.
Baca Juga: Petirtaan Replika Mahameru di Ibukota Majapahit – RIHLAH MOJOKERTO I
Namamu terpatri di hati setiap orang yang menjaga etika dan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara!.***
Artikel Terkait
Opini: Korupsi dan Pembubaran Parpol
Suami Zaskia Gotik Datang ke KPK, Diperiksa Atas Kasus Korupsi Gereja Papua
Opini: Firli dan Korupsi
Jelang Pemilu, Ikhwanul Muslimin Yordan Diduga Korupsi Donasi untuk Gaza Palestina
27 Caleg DPR RI Ini Ternyata Mantan Terpidana Korupsi, Simak Daftar Lengkapnya di Sini
Opini: Korupsi yang Jorok