Petirtaan Replika Mahameru di Ibukota Majapahit – RIHLAH MOJOKERTO I

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Sabtu, 24 Agustus 2024 | 15:25 WIB

 

SENAYANPOST – Terletak di desa Temon kecamatan Trowulan kabupaten Mojokerto, berbagai peninggalan Imperium Majapahit dapat kita temui.

Salah satunya adalah petirtaan dari replika Pegunungan Mahameru India yang dikenal dengan Candi Tikus.

Mulai digali sejak tahun 1914 sejak Bupati Mojokerto RAA Kromojoyo Adinegoro setelah mendapatkan laporan adanya percandian yang tertimbun tanah dan menjadi sarang tikus. Oleh masyarakat kemudian dikenal sebagai Candi Timus.

Dari susunan percandian, diperkirakan oleh para arkeolog sebagai miniature pegunungan Mahameru India.

Para arkeolog mempelajari bentuk hiasan-hiasan candi yang bagian pondasinya berhias makara dengan kuncup Bunga Padma di atasnya. Ketika didalami struktur candi, mulut makara merupakan muara dari saluran air.

Pada masa Presiden Suharto di antara 1984-1989 dilakukan pemugaran Candi Tikus sehingga berbentuk seperti ini. Para sejarawan berpandangan bahwa Candi Tikus merupakan petirtaan yang digunakan oleh agamawan dan kalangan bangsawan untuk bersuci sebelum beribadah.

Saat pemugaran ini, para arkeolog memindahkan penampungan air yang awalnya di area candi ke sumur yang berada di bagian kanan candi. Mulut sumut ini sengaja ditutup dan diratakan agar tidak terlihat. Tetapi pihak pengelola Candi Tikus bersedia mengambilkan air jika ada pengunjung yang meminta.

Dalam kosmologi Hindu dan kosmologi Buddha, kata mahameru terdiri dari 2 (dua) kata yaitu Maha dan Meru. Maha yang berarti sangat besar dan Meru yang berarti keagungan. Sehingga kata mahameru berarti Maha Agung.

Kosmologi Hindu menggambarkan gunung Mahameru merupakan gunung yang tingginya menjulang ke angkasa dengan ukuran satu juta kilometer. Adapun dalam kosmologi Buddha Gunung Mahameru merupakan gunung suci pusat jagat raya alam semesta.

Keduanya menggambarkan Gunung Mahameru seperti gunung besar yang dikelilingi sejumlah gunung yang semakin dekat jaraknya dengan Gunung Mahameru ukurannya semakin besar. Dan pegungan ini berada di tengah samudera semesta.

Dapat digambarkan bahwa kolam air yang mengililingi bangunan percandian adalah samudera semesta dan percandian di tengah-tengahnya merupakan pegunungan Mahameru.

Walaupun dijadikan sebagai objek wisata, Umat Buddha dari Indonesia dan luar negeri masih melakukan ritual di Petirtaan Candi Tikus. Tidak lupa, mereka juga membawa jerigen untuk membawa pulang air sebagai buah tangan yang mereka yakini membawa keberkahan. (Muqoddas)

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

3 Cara Hilangkan Kerak Toilet, Langsung Kinclong!

Selasa, 21 April 2026 | 13:30 WIB

Replika Candi Brawijaya di Kraton Majapahit Jakarta

Minggu, 19 April 2026 | 13:01 WIB
X