khazanah

MENCARI INDEPENDENSI ABSOLUT DI BALIK TOGA DAN SERAGAM MILITER; Sebuah Satire Konstitusional tentang Hakim, Politik, dan Ketakutan Kehilangan Jabatan

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:07 WIB
Soleman B. Ponto

Ancaman terbesar adalah ketergantungan politik.

 

V. FAKTA EMPIRIS YANG SULIT DIBANTAH

Ada fakta yang sangat tidak nyaman untuk diucapkan secara terbuka:

sampai hari ini belum pernah ada Panglima TNI menarik hakim karena tidak menyukai putusan pengadilan.

Sebaliknya, sejarah ketatanegaraan Indonesia justru menunjukkan bahwa ancaman paling nyata terhadap independensi hakim datang dari dunia politik sipil.

Ironinya sangat keras.

Seragam militer terus dicurigai sebagai ancaman terhadap kebebasan hakim.

Tetapi tekanan nyata justru lebih sering datang dari jas politik.

Militer dituduh memiliki struktur komando.

Tetapi politik memiliki struktur kepentingan.

Dan kepentingan politik jauh lebih licin daripada perintah komando mana pun.

 

VI. SATIRE KONSTITUSIONAL: JIKA INGIN INDEPENDENSI ABSOLUT, ANGKAT SAJA HAKIM DARI MILITER

Karena itu, sebagai sebuah satire konstitusional, bila negara benar-benar ingin mewujudkan cita-cita independensi absolut sebagaimana menjadi kegelisahan Saldi Isra dan Suhartoyo, maka saat ini sistem yang secara empiris paling mungkin mendekati keinginan tersebut justru adalah mengangkat hakim yang berasal dari militer.

Halaman:

Tags

Terkini

Ditulis Bukan untuk Warga Syiah

Selasa, 4 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Neo-Sundanisme: Proyek Peradaban Dedi Mulyadi

Selasa, 28 Juli 2026 | 19:50 WIB

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB