Ancaman terbesar adalah ketergantungan politik.
V. FAKTA EMPIRIS YANG SULIT DIBANTAH
Ada fakta yang sangat tidak nyaman untuk diucapkan secara terbuka:
sampai hari ini belum pernah ada Panglima TNI menarik hakim karena tidak menyukai putusan pengadilan.
Sebaliknya, sejarah ketatanegaraan Indonesia justru menunjukkan bahwa ancaman paling nyata terhadap independensi hakim datang dari dunia politik sipil.
Ironinya sangat keras.
Seragam militer terus dicurigai sebagai ancaman terhadap kebebasan hakim.
Tetapi tekanan nyata justru lebih sering datang dari jas politik.
Militer dituduh memiliki struktur komando.
Tetapi politik memiliki struktur kepentingan.
Dan kepentingan politik jauh lebih licin daripada perintah komando mana pun.
VI. SATIRE KONSTITUSIONAL: JIKA INGIN INDEPENDENSI ABSOLUT, ANGKAT SAJA HAKIM DARI MILITER
Karena itu, sebagai sebuah satire konstitusional, bila negara benar-benar ingin mewujudkan cita-cita independensi absolut sebagaimana menjadi kegelisahan Saldi Isra dan Suhartoyo, maka saat ini sistem yang secara empiris paling mungkin mendekati keinginan tersebut justru adalah mengangkat hakim yang berasal dari militer.