Hari Kedua: Asam Urat, Kacang Garuda Satu Kilo
Masuk hari kedua, alam mulai mengatur skenario.
Saat absensi dimulai, hanya Abdul Waris yang berdiri.
Nama Muzanni dipanggil.
Sunyi.
Hening.
Kosong.
Danton menoleh, heran tapi tetap santun.
“Pak Waris, Pak Muzanni ke mana?”
Dengan wajah lurus dan nada penuh tanggung jawab, Waris menjawab:
> “Izin, Pak. Muzanni sakit. Kakinya bengkak kena asam urat. Semalam makan kacang Garuda satu kilo.”
Penjelasannya lengkap.
Ada sebab.
Ada kronologi.
Ada merek dan berat.
Danton mengangguk. Masuk akal.
Hari itu juga, Waris “menyempurnakan ikhtiar”. Ia mendatangi petugas kesehatan.
> “Izin, Pak. Di kamar saya ada orang sakit parah.Kayaknya mau sekarat.Tolong itu digotong saja pakai ambulans pak.”
Petugas medis panik.
Ambulans jalan.
Muzanni digotong ke klinik.
Setelah diperiksa:
— Tidak parah.
— Asam urat ringan.