Kisah Kocak; Dua Madura di Barak Petugas Haji

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Jumat, 30 Januari 2026 | 08:12 WIB

Berangkat naik ambulans.
Pulang?
Disuruh jalan kaki.

Jarak kamar ke klinik: ±600 meter.

Dalam hati Muzanni hanya ada satu kalimat:
“Kurang ajar, Waris. Ngerjain saya”


---

Hari Ketiga: Meriang Bergilir

Hari ketiga PBB, Muzanni hadir. Berdiri tegak. Sehat lahir batin. Seolah asam urat itu hanya hoaks.

Sebaliknya, Waris absen.

Danton mulai curiga, tapi tetap profesional.

“Pak Muzanni, Pak Waris ke mana?”

Muzanni menjawab tenang, seolah sudah disiapkan jawabannya sejak malam:

> “Izin, Ndan. Waris meriang. Semalam menggigil.”

 

Tidak dramatis.
Tidak berlebihan.
Masih sangat manusiawi.

Danton kembali memaklumi.
“Mungkin cuaca,” pikirnya.


---

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB
X