Ketika Narasi Damai Dianggap Ancaman: Represi Mikro di Komunitas Digital Pro-Konflik

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 28 November 2025 | 14:24 WIB
Ilustrasi, menilik fenomena represi mikro di ruang digital pro-konflik yang membahas narasi terkait Sunni dan Syiah. (Unsplash.com/Ralph Olazo)
Ilustrasi, menilik fenomena represi mikro di ruang digital pro-konflik yang membahas narasi terkait Sunni dan Syiah. (Unsplash.com/Ralph Olazo)

Ekonomi Kebencian: Mengapa Narasi Islah Tidak Boleh Hidup?

Di ruang-ruang digital yang digerakkan oleh fanatisme sektarian, konflik adalah komoditas.

Konflik melahirkan engagement, reaksi, kemarahan, loyalitas kelompok atau alibi moral untuk menyerang lawan.

Ketika seseorang mengatakan "Sunni dan Syiah sudah berdamai" maka otomatis muncul 'alarm bahaya'.

Karena jika perdamaian dianggap wajar, maka bisnis kebencian runtuh.

Hukum kelompok ekstrem selalu sederhana: musuh harus hidup supaya kita tetap relevan.

Dan musuh itu tidak boleh mati oleh satu kalimat damai.

Baca Juga: MENCARI ILMU: DARI KERTAS SAKU KE KECERDASAN BUATAN

Sensor Mikro

Ini adalah represi gaya baru yang lebih berbahaya daripada sensor negara.

Sensor negara biasanya dilakukan oleh aparat, institusi, dan lembaga resmi.

Namun sensor mikro dilakukan oleh admin grup, moderator partisan, dan buzzer anonim.

Sensor ini cepat, diam-diam, tanpa jejak, tanpa mekanisme keberatan, dan tanpa akuntabilitas.

Hanya satu klik, wacana hilang, kebenaran redup, dan islah padam.

Akibatnya jauh lebih berbahaya, ruang publik digital menjadi gema bagi narasi paling keras dan paling dangkal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB
X