KH Chairuddin Talaohu
Mudir JATMAN Maluku
Penasehat GP Ansor Maluku
SENAYANPOST - Tahun 2018 adalah tahun awal perkenalan saya dengan Ansor Maluku. Keaktifan saya di masa itu membuat mereka semakin dekat dan akrab, hingga tidak ragu mereka menempatkan saya sebagai penasehat Ansor Maluku (entah betul atau tidak, saya tidak tahu).
Intelejensi mereka sangat baik untuk bisa men-track record saya dari mana saya berasal, kemana saja selama ini dan aktif dimana saja bahkan tak ragu mereka menginap di rumah saya, mungkin hanya sekedar mau tahu saya itu seperti apa.
Maklum memang di masa itu lagi ramai-ramainya terorisme.
Aktif bersama mereka terasa saya mendapatkan keluarga baru yang begitu hangat dan harmoni. Tampak ketika ibu saya meninggal, mereka lah yang paling cekatan untuk menyiapkan segala kebutuhan pemakaman ibu saya, dan banyak sekali momen-momen yang sangat sulit dilupakan.
Tak terasa saat ini telah menginjak tahun 2024. Masih teringat jelas dulu saya sempat 'ngekost' di sekretariat Ansor Maluku, bersama-sama membuka TPQ dan majelis taklim yang entah sudah seperti apa kondisinya sekarang, tapi saya sangat senang dan bahagia. Penghargaan dan penghormatan yang mereka berikan tidak pernah main-main, ketaatan dan keikhlasan tampak di wajah-wajah mereka.
Enam atau tujuh tahun bukanlah waktu yang lama, sangat singkat sekali dan belum terlalu lama, seakan baru saja tutup mata untuk tidur dan bangun kembali sudah di esok hari, begitulah perjalanan saya selama ini bersama Ansor Maluku.
Bagi saya Ansor Maluku adalah pagar keumatan, pusat literasi dan corong dalam penyebaran pemahaman Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang dikawal oleh Nahdlatul Ulama.
Mereka adalah pemuda-pemuda yang memiliki semangat juang tinggi dalam menegakkan keutuhan NKRI dan memiliki kesantunan yang tidak terukur dalamnya ketika harus menjaga agama dan ulama. Dalam kamus mereka cuma ada taat pada ulama, mereka hanya taat pada Nahdlatul Ulama dan memiliki etos maksimal sebagai pemuda yang tergabung dalam tubuh besar Ansor di Indonesia.
Pergerakan Ansor Maluku sungguh tidak pernah main-main, kemunculannya mulai terlihat sejak mereka mengawal Kirab Merah Putih di Maluku untuk mengatakan pada dunia bahwa "saat ini kami sudah ada".
Langkah demi langkah mereka tunjukkan dedikasi mereka terhadap negeri ini, hingga saat ini Ansor Maluku tidak lagi dlihat sebelah mata namun semangat dan etosnya mengajak kita semua untuk sama-sama bangkit demi memajukan negeri.
Tapi bukan saya jika tulisan ini hanya terisi penuh dengan pujian dan sanjungan. Sangat tidak mungkin jika pujian selalu sempurna tanpa ada kritikan dan teguran. Keindahan bulan purnama dengan cahayanya yang indah pasti ada kawah-kawah besar pada permukaannya. Maka ijinkan saya untuk menyempurnakan tulisan kecil saya ini agar memang terkesan agak sedikit indah untuk dibaca.
Perlu diketahui bahwa setiap misi dan visi besar organisasi selalu saja terhalang oleh kemunduran oknum-oknum di dalamnya. Untuk mencari kesempurnaan di dunia ini sungguh sangat mustahil, begitu juga Ansor Maluku dengan kemegahannya.
Tidak usah dan tidak perlu heran dengan keagungan dan kehebatan Alexander Agung dengan kerajaan yang sangat ditakuti, tapi perlu tahu bahwa semasa hidupnya masih ada hidup dengan sentosa dan sehat wal afiat orang-orang penjilat dan penggerogot sang kaisar. Masih banyak oknum-oknum yang cari aman dalam nama besar tanpa ada sumbangsih dalam pergerakan.
Artikel Terkait
GP Ansor Sebut Ada Sosok Lain Terlibat dalam Kasus Penganiayaan yang Dilakukan Mario Dandy Satrio, Siapa?
Kapan Kita Puasa? Simak Jadwal Puasa Ramadhan Pemerintah, Muhammadiyah dan NU
Perayaan Idul Fitri antara Muhammadiyah dan NU tidak Berbarengan, Ini Penjelasannya
BEREBUT SIAPA YANG PALING NU DI PILPRES 2024?
Opini: Malaikat dari Kandang Jaran Itu Telah Pergi