Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) di pertemuan G7 di Hiroshima tetap menegaskan kepada Ukraina bahwa Indonesia tetap mendukung upaya damai antara Rusia dan Ukraina.
Baca Juga: Jangan Lewatkan Link Nonton Tale of Nine Tailed 1938 Sub Indo Lengkap dengan Prediksi Episode 10
Setelah menanggapi Prabowo, Reznikov juga mengatakan para pemimpin dunia yang bersedia bernegosiasi dalam perang telah membentuk 'antrean'.
Tetapi Ukraina membutuhkan 'alat bagi kami untuk menyelesaikan perang ini'.
Dalam sambutan penutupnya, menteri Ukraina melontarkan gagasan bahwa China mungkin bisa meyakinkan Rusia untuk mengakhiri perang sebagai 'kakak laki-laki' Moskow.
Baca Juga: Perang Dingin dengan Anaknya, Nikita Mirzani Tetap Sayang dan Larang Lolly Open Endorse
Pihak Ukraina menyinggung hubungan antara Uni Soviet dan bekas blok Komunis.
Ukraina dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak membutuhkan fasilitator.
"Saat ini kami tidak membutuhkan fasilitator. Negara kita masih melakukan perang," tegasnya.
Baca Juga: Nikita Mirzani Bongkar Kelakuan Anak Gadisnya yang Kurang Ajar, Kasar dan Berani Merokok
Kementerian Luar Negeri Ukraina sebelumnya menjelaskan mengapa 'rencana perdamaian' yang diusulkan oleh Indonesia tidak akan berhasil,
Meminta Indonesia untuk bergabung dalam implementasi formula perdamaian Kyiv sebagai gantinya.***
Artikel Terkait
Moskow Tuding Amerika Serikat 'Tangan Tak Terlihat' dalam Perang Rusia dan Ukraina
Dokumen Rahasia Perang Rusia-Ukraina Diduga Bocor, Presiden Volodymyr Zelenskiy 'Buru-buru' Adakan Ini
Dokumen Perang Rusia - Ukraina Bocor di Media Sosial, AS 'Kalang Kabut' Cari Sumbernya
Realis John Mearsheimer Sebut China Diuntungkan dalam Perang Rusia Ukraina, Kenapa?
Perang Rusia Ukraina: Pasukan Zelenskiy Terus Maju ke Bakhmut, Tentara Bayaran Wagner Makin Terpojok