SENAYAN POST - Belum lama ini, dokumen rahasia yang berisi rencana bantuan Amerika dan NATO kepada Ukraina bocor dan tersebar di media sosial.
Diketahui, dokumen rahasia tersebut tersebar di Twitter dan Telegram, merinci bagaimana Amerika Serikat dan NATO membantu Ukraina berperang melawan Rusia.
Hingga saat ini, baik Ukraina dan Pentagon masih menyelidiki kebenaran dokumen rahasia yang tersebar secara online tersebut.
Baca Juga: Pengamat Militer, Israel Tidak Siap Memperpanjang Serangan ke Lebanon
Menanggapi kebocoran tersebut, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy dan petinggi keamanan membahas cara-cara untuk mencegah kebocoran informasi militer pada pertemuan hari Jumat.
Pernyataan tentang pertemuan yang dikeluarkan oleh kantor presiden tidak mengatakan telah terjadi kebocoran.
Itu juga tidak mengacu pada laporan New York Times yang mengatakan dokumen tentang rencana AS dan NATO untuk membangun militer Ukraina telah bocor secara online.
Baca Juga: Guyon Menlu Arab Saudi, Riyadh ke Teheran Cuma Dua Jam
"Para peserta pertemuan memusatkan perhatian pada langkah-langkah untuk mencegah kebocoran informasi mengenai rencana pasukan pertahanan Ukraina," kata pernyataan kepresidenan pada 7 April 2023, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.
The Times melaporkan pada hari Kamis bahwa Pentagon sedang menyelidiki bagaimana dokumen tentang rencana untuk membangun pasukan Ukraina sebelum serangan balasan yang direncanakan terhadap pasukan penyerang Rusia diunggah di media sosial minggu ini.
Seorang juru bicara intelijen militer Ukraina mengatakan ada kemungkinan informasi diunggah itu sepenuhnya fikti, dan tidak ada kebocoran.
Sebuah analisis awal dari unggahan tersebut menunjukkan bahwa mereka terdiri dari angka korban palsu dan terdistorsi, dan bahwa beberapa informasi diambil dari sumber terbuka, kata juru bicara Andriy Yusov.
"Tentu saja kami akan menunggu komentar resmi (dari Pentagon), tapi saya pikir publik Ukraina tidak punya alasan untuk khawatir," ujarnya.
Artikel Terkait
Donald Trump Dituduh 34 Kejahatan Pemalsuan Catatan Bisnis, Minta Partai Republik Lakukan Hal Ini
Tentara Israel Lakukan Kekerasan di Masjid Al Aqsa Yerusalem, Jubir Palestina: Tamparan Keras untuk AS
Dokumen Rencana Perang Ukraina oleh Amerika dan NATO Bocor di Media Sosial, Pentagon Adakan Investigasi
Guyon Menlu Arab Saudi, Riyadh ke Teheran Cuma Dua Jam
Pengamat Militer, Israel Tidak Siap Memperpanjang Serangan ke Lebanon