Perang Rusia Ukraina: Kyiv Tolak Mentah-mentah Usulan Perdamaian Indonesia, Prabowo Subianto Jadi Sorotan

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Minggu, 4 Juni 2023 | 21:49 WIB
Perang Rusia Ukraina masih berlanjut, Kyiv tolak mentah-mentah usulan perdamaian dari Indonesia yang disampaikan Prabowo Subianto. (Twitter.com/@prabowo)
Perang Rusia Ukraina masih berlanjut, Kyiv tolak mentah-mentah usulan perdamaian dari Indonesia yang disampaikan Prabowo Subianto. (Twitter.com/@prabowo)

SENAYAN POST - Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto jadi sorotan usai usulan perdamaian Indonesia di tengah Perang Rusia Ukraina ditolak mentah-mentah oleh Kyiv.

Penolakan usulan perdamaian Indonesia yang disampaikan Prabowo Subianto terkait Perang Rusia Ukraina ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Oleksii Reznikov.

Tentu saja penolakan usulan perdamaian Indonesia di tengah Perang Rusia Ukraina sebagaimana disampaikan Prabowo Subianto dalam forum keamanan dalam Dialog Shangri-La di Singapura itu menjadi sorotan.

Baca Juga: Polda Jabar Buka Suara Terkait Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Sebut 49 DNA dan 124 Saksi Diperiksa

"Saya akan mencoba bersikap sopan," kata Reznikov pada 4 Juni 2023, dikutip SenayanPost.com dari Ukrinform.

Reznikov menilai usulan tersebut seperti rencana Rusia dan bukan dari Indonesia.

"Kedengarannya seperti (sebuah) rencana Rusia, bukan (sebuah) rencana Indonesia," tambahnya.

Baca Juga: Malam Ini Tayang Terakhir! Berikut Link Nonton Doctor Cha Episode 16 Sub Indo Lengkap dengan Spoiler!

Pihaknya juga menyebut belum ada diskusi tentang proposal dan menilainya sebagai 'rencana yang aneh'.

Dalam forum tersebut, Prabowo yang mewakili Indonesia membeberkan rencana perdamaian atas Perang Rusia Ukraina.

Rencana tersebut berisi gencatan senjata segera dan penghentian permusuhan, diikuti dengan penarikan masing-masing sejauh 15 km (9,3 mil) dari posisi depan mereka untuk membentuk zona demiliterisasi.

Baca Juga: Spoiler Dr Romantic 3 Episode 13: Dua Murid Kim Sabu Bersaing di Pusat Trauma Doldam!

Prabowo menjelaskan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus membentuk pasukan pemantau dan pengawasan untuk dikerahkan di sepanjang zona.

Kemudian menyelenggarakan referendum di daerah yang disengketakan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Sumber: Ukrinform

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X