Sebuah perjanjian terpisah akan meningkatkan pengawasan maritim terhadap zona ekonomi eksklusif Papua Nugini melalui patroli Penjaga Pantai AS, melindungi ekonominya dari penangkapan ikan ilegal.
Blinken mengatakan kemitraan dengan bisnis akan membawa investasi baru senilai puluhan miliar dolar ke Papua Nugini.
Selanjutnya, Blinken juga menyampaikan permohonan maaf dari Joe Biden yang berhalangan hadir di pertemuan itu.
Ia menyampaikan penyesalannya karena Presiden AS itu tidak berada di Port Moresby.
Baca Juga: Sempat Hadir di Nikahan Enzy Storia, Kuasa Hukum Ungkap Perasaan Desta Setelah Gugat Cerai
Biden terpaksa membatalkan perjalanannya ke Papua Nugini di tengah negosiasi plafon utang di Washington.
Marape mengatakan perjanjian itu akan meningkatkan keamanan ekonomi dengan memberi pasukan pertahanan Papua Nugini.
Menurutnya, itu adalah kemampuan untuk mengetahui apa yang terjadi di perairannya, sesuatu yang belum pernah negaranya miliki sejak 1975.
Baca Juga: Viral di Medsos, Presiden Mesir Menangis di Makam Nabi Muhammad SAW
Beberapa universitas mengadakan protes di kampus-kampus menentang penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan, dengan politisi oposisi mengatakan itu akan mengecewakan China.
Marape membantah akan menghentikan Papua Nugini bekerja dengan China, yang mitra dagang penting.
Juga Marape menambahkan bahwa perjanjian pertahanan AS merupakan perpanjangan dari perjanjian yang sudah ada.
Perdana Menteri Papua Nugini itu mengatakan kepada media pada hari Minggu bahwa perjanjian pertahanan juga akan melihat peningkatan kehadiran militer AS selama dekade berikutnya.***
Artikel Terkait
Vladimir Putin Setuju Amerika Serikat Terlibat dalam Ledakan Pipa Gas Nord Stream
Profil Evan Gershkovich, Wartawan Amerika Serikat yang Dituding Mata-mata oleh Rusia
Dokumen Rahasia Bocor, Amerika Serikat Diduga Mata-matai Sekjen PBB Gegara Ini
Taliban Diajak 'Bukber' Amerika Serikat di Istanbul Turki
Amerika Serikat Protes Raja Salman Karena Undang Presiden Basyar Al Asad