Amerika Serikat Teken Kerja Sama Pertahanan dengan Papua Nugini, Politikus Oposisi Singgung soal China

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Senin, 22 Mei 2023 | 19:13 WIB
Amerika Serikat baru saja meneken kerja sama di bidang pertahanan dengan negara Papua Nugini setelah sebelumnya akan dihadiri Joe Biden. (Instagram.com/@secblinken)
Amerika Serikat baru saja meneken kerja sama di bidang pertahanan dengan negara Papua Nugini setelah sebelumnya akan dihadiri Joe Biden. (Instagram.com/@secblinken)

Sebuah perjanjian terpisah akan meningkatkan pengawasan maritim terhadap zona ekonomi eksklusif Papua Nugini melalui patroli Penjaga Pantai AS, melindungi ekonominya dari penangkapan ikan ilegal.

Baca Juga: Mahfud MD Tegaskan Kasus Johnny G Plate Tidak Ada Kaitan dengan Pemilu 2024, Sebut Penyidikan Sejak 2022

Blinken mengatakan kemitraan dengan bisnis akan membawa investasi baru senilai puluhan miliar dolar ke Papua Nugini.

Selanjutnya, Blinken juga menyampaikan permohonan maaf dari Joe Biden yang berhalangan hadir di pertemuan itu.

Ia menyampaikan penyesalannya karena Presiden AS itu tidak berada di Port Moresby.

Baca Juga: Sempat Hadir di Nikahan Enzy Storia, Kuasa Hukum Ungkap Perasaan Desta Setelah Gugat Cerai

Biden terpaksa membatalkan perjalanannya ke Papua Nugini di tengah negosiasi plafon utang di Washington.

Marape mengatakan perjanjian itu akan meningkatkan keamanan ekonomi dengan memberi pasukan pertahanan Papua Nugini.

Menurutnya, itu adalah kemampuan untuk mengetahui apa yang terjadi di perairannya, sesuatu yang belum pernah negaranya miliki sejak 1975.

Baca Juga: Viral di Medsos, Presiden Mesir Menangis di Makam Nabi Muhammad SAW

Beberapa universitas mengadakan protes di kampus-kampus menentang penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan, dengan politisi oposisi mengatakan itu akan mengecewakan China.

Marape membantah akan menghentikan Papua Nugini bekerja dengan China, yang mitra dagang penting.

Juga Marape menambahkan bahwa perjanjian pertahanan AS merupakan perpanjangan dari perjanjian yang sudah ada.

Baca Juga: Imam Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar yang Isunya Jadi Cawapres Ganjar Pranowo Punya Motor Seharga Rp2 Jutaan

Perdana Menteri Papua Nugini itu mengatakan kepada media pada hari Minggu bahwa perjanjian pertahanan juga akan melihat peningkatan kehadiran militer AS selama dekade berikutnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X