Prigozhin memastikan anak buahnya benar-benar merebut Kota Bakhmut yang berada di Ukraina Timur itu.
Baca Juga: Pemotor Harus Tahu, Cara Berkendara di Jalan Rusak
"Kami benar-benar merebut seluruh kota, dari rumah ke rumah," jelasnya.
Sementara itu, juru bicara militer Ukraina Serhiy Cherevatyi mengatakan kepada Reuters bahwa berita itu tidak benar.
"Ini tidak benar. Unit kami berperang di Bakhmut," ungkapnya.
Baca Juga: Mahfud MD akan Siapkan Aparat Keamanan jika Massa PA 212 Kepung Coldplay di Bandara
Di lain pihak, Wakil Menteri Pertahanan Ukraina, Hanna Maliar mengungkapkan bahwa pasukan mengalami situasi genting di daerah tersebut.
Kabarnya telah terjadi pertempuran hebat di sana.
"Pertempuran hebat di Bakhmut. Situasinya kritis," tulisnya di layanan pesan Telegram.
Hanna mengklaim Ukraina masih mempertahankan beberapa fasilitas industri dan infrastruktur di daerah tersebut.
"Sampai sekarang, pembela kami mengendalikan beberapa fasilitas industri dan infrastruktur di daerah tersebut dan sektor swasta," terangnya.
Di saat yang bersamaan, para pemimpn G7 yang mengadakan pertemuan di Hiroshima, Jepang berencana untuk menambah sanksi kepada Rusia.
Baca Juga: Jam Tayang dan Prediksi Anime One Piece Episode 1062: Kesimpulan Pertarungan Zoro vs King!
Sanksi tersebut diharapkan akan memperlambat mesin perang Rusia yang kini terus berlangsung.
Artikel Terkait
Realis John Mearsheimer Sebut China Diuntungkan dalam Perang Rusia Ukraina, Kenapa?
Ibu Kota Ukraina Diserang Rusia Pakai Pesawat Tanpa Awak Sebanyak 3 Unit
CIA Desak Orang Rusia untuk Menghubungi Layanan Ini, Moskow Siagakan Mata-mata
Perang Rusia Ukraina: Pasukan Zelenskiy Terus Maju ke Bakhmut, Tentara Bayaran Wagner Makin Terpojok
Satu Tahun Lebih Perang di Ukraina Belum Berakhir, Pemimpin G7 Sepakat Tambah Sanksi untuk Rusia