Oleh: Guntur Soekarno
Ketua Dewan Ideologi DPP PA GMNI/Pemerhati Sosial
SENAYANPOST - Tanpa dikira tanpa dinyana, ternyata Donald Trump Presiden Amerika Serikat ke 45 terkena dakwaan berbagai macam diantaranya menyuap seorang perempuan model porno majalah “Playboy”, yang berselingkuh dengan Trump sebelum pemilu Presiden Amerika Serikat.
Yang bersangkutan memberikan uang tutup mulut kepada Karen McDougal, dengan membayar sebesar ribuan dolar agar ulahnya tidak bocor terutama kepada team media juga kepada para pemilihnya.
Selain hal tersebut di atas yang bersangkutan juga didakwa memberikan uang tutup mulut, kepada seorang aktivis film Stormy Daniels yang diketahui melakukan hubungan seksual dengan Trump sebesar US$ 130.000 setara dengan Rp2 Miliar.
Disamping urusan hubungan-hubungan seksual, yang bersangkutan juga didakwa memalsukan pembukuan permasalahan real estat nya agar mendapatkan keuntungan lebih besar dengan cara yang haram.
Baca Juga: SBS Rilis Poster Terbaru Dr Romantic 3, Tim Produser Bagikan Bocoran Singkat Musim Ketiga
Setelah ia berhasil mengalahkan saingannya dalam pemilu Presiden Hillary Clinton, yang dalam jajak pendapat elektabilitasnya jauh di atas Trump dengan semacam “Serangan Fajar”, dengan bantuan dana dari para Taipan-Taipan Amerika Serikat, yang mayoritas berdarah Yahudi yang mendapatkan pengarahan dari Badan Intelijen Israel Mossad agar membekuk pemilih Hillary Clinton dengan kucuran dana agar membelot memilih Trump.
Ternyata skenario dari Mossad dengan divisi khususnya Tzomet berhasil sukses menjadikan Donald Trump presiden ke-45 dari Amerika Serikat.
Trump sejauh ini memang terkenal sebagai seorang figur yang urakan, kontroversial dan doyan perempuan.
Julukan Presiden Playboy rasanya cocok untuk sosok Trump yang kendati sedang menghadapi dakwaan, tetap ngotot akan maju dalam pilpres 2024 yang akan datang serta menganggap seluruh dokumen yang ada tidak sah atau tidak benar.
Baca Juga: Begini Nasib Tiga Anak Muda yang Melakukan Klitih terhadap Anggota Kopassus
Apapun dalihnya namun sudah menjadi kenyataan, bahwa yang bersangkutan sedang menghadapi masa-masa sulit karena kena batunya.
Masyarakat Amerika masih ingat betul bagaimana arogannya Trump di era setan siluman Covid-19 sedang ganas-ganasnya, di depan seluruh staf Gedung Putih yang bersangkutan mencampakkan masker yang dikenakan, dan dengan pongah menyatakan ia tidak takut dengan ganasnya setan siluman covid-19 saat itu.
Ditinjau dari hubungan Indonesia Amerika, maka di era Trump hubungan tersebut tidak seerat dan semesra di era Bill Clinton apalagi Barack Obama.
Artikel Terkait
Opini : Perhelatan Piala Dunia U 20 yang Batal l Oleh AM Hendropriyono
Opini : Hentikan Gaduh antar Anghita Negara Kekeluargaan l Oleh AM Hendropriyono
Opini : DPR Bukan Lembaga Peradilan l Oleh Imam Anshori Saleh
Opini: Mengapa Israel Sangat Berpengaruh di Dunia?
Opini: Sihir Pesohor di Pemilu 2024