Oleh: Guntur Soekarno
Ketua Dewan Ideologi DPP PA GMNI/Pemerhati Sosial.
SENAYANPOST - Pada mulanya bangsa Yahudi tidak mempunyai negara dan Tanah di seantero penjuru dunia. Pada tahun 1948 berkat jasa David Ben Gurion dibantu oleh Golda Meir dengan menggunakan bintang penutun ideologi zionisme berhasil mendirikan negara Israel dengan jalan menduduki sebagian wilayah Palestina dengan Ibukotanya Tel Aviv.
Walaupun sebagian warga Yahudi melakukan eksodus besar-besaran ke Palestina, bukan berarti keseluruhan warga Yahudi seluruhnya berpindah ke negara Israel.
Sebagian besarnya tetap menetap di negara-negara kelahirannya seperti di Amerika Serikat, Jerman juga Belanda termasuk di beberapa negara-negara Asia seperti India juga di negara-negara Arab.
Sebelum Indonesia merdeka (Hindia Belanda), juga kebanjiran warga Yahudi yang bermukim seperti di Jakarta dan Surabaya.
Baca Juga: Rekor Baru!, Segini Jumlah Rumah Warga Palestina yang Dihancurkan Israel
Tempat-tempat ibadah mereka yang disebut Sinagoge berada di Gedung Vrijmetselaarsloge yang kini menjadi gedung Bappenas, di Surabaya mereka juga mendirikan sinagoge yang cukup besar.
Sebagian besar warga Yahudi di Indonesia pergi ke luar Indonesia dan Sinagoge - Sinagoge, mereka ditutup adalah ketika Bung Karno menjadi Presiden RI yang menganut politik anti Kolonialisme dan Imperialisme, yang secara otomatis anti kepada Israel karena negara tersebut melakukan politik Kolonialisme/Kolonialisasi terhadap negara Palestina merdeka.
Apalagi mereka diketahui menggunakan Sinagoge-Sinagoge mereka sebagai tempat rapat-rapat gelap (Clandestine), yang dilakukan oleh agen-agen Mossad ketika itu.
Hal tersebut terdeteksi oleh jaringan agen-agen Badan Pusat Intelijen (BPI), kita yang kala itu melakukan penyamaran 24 jam mengawasi gerak-gerik warga Israel yang dicurigai sebagai agen-agen Mossad.
Baca Juga: PBB Serukan Israel dan Palestina Kurangi Konflik selama Bulan Ramadhan
Walaupun demikian warga Yahudi yang masih ingin menetap di Indonesia, diperlakukan biasa saja tanpa diintimidasi dan lain sebagainya.
Hal ini membuktikan bahwa Indonesia tidak anti kepada ras Yahudi dan diperlakukan sama dengan warga negara asing lainnya, sedangkan yang tidak kita setujui adalah politik kolonialisme dan imperialisme Israel terhadap khususnya Palestina.
Jadi jelas berbeda dengan apa yang dianut oleh Hitlerisme, yang pada Puncaknya membunuh jutaan warga Yahudi.
Artikel Terkait
PBB Serukan Israel dan Palestina Kurangi Konflik selama Bulan Ramadhan
Rekor Baru!, Segini Jumlah Rumah Warga Palestina yang Dihancurkan Israel
AM Hendropriyono soal Politikus yang Tolak Timnas Israel: Jangan Main Makan Saja, Nanti Perut Sakit