UEA Gelontorkan Rp1,7 Triliun untuk Latih Polisi Gaza, Bagian dari Rencana Perdamaian Dukungan AS

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 8 Mei 2026 | 22:03 WIB
UEA sumbang Rp1,7 triliun ke BoP untuk melatih polisi di Gaza dalam upaya perdamaian yang diusulkan AS. (X.com/@OFMUAE)
UEA sumbang Rp1,7 triliun ke BoP untuk melatih polisi di Gaza dalam upaya perdamaian yang diusulkan AS. (X.com/@OFMUAE)

SENAYANPOST - Uni Emirat Arab (UEA) menyalurkan dana sebesar 100 juta dolar AS atau sekitar Rp1,7 triliun kepada Dewan Perdamaian atau BoP yang didukung Washington, khusus untuk membiayai pembentukan dan pelatihan unit polisi Palestina yang akan bertugas di Jalur Gaza.

Kabar tersebut dilaporkan The Times of Israel, mengutip sumber-sumber diplomatik.

Suntikan dana ini menjadi kontribusi tunggal terbesar yang diterima Dewan Perdamaian hingga saat ini.

Sebagai gambaran skala proyek ini: sembilan anggota dewan sebelumnya telah berkomitmen total 7 miliar dolar AS, sementara AS sendiri menambahkan 10 miliar dolar AS dalam konferensi donor yang digelar Februari lalu.

Baca Juga: Langkah Krusial, Hamas Gelar Pertemuan Rahasia dengan Dewan Perdamaian Trump Bahas Masa Depan Gaza

Untuk pelaksanaannya, para rekrutan dijadwalkan menjalani pelatihan di Mesir dan Yordania.

Sebuah perusahaan keamanan asal Emirat ditunjuk untuk membangun korps polisi yang ditargetkan berjumlah sekitar 27.000 personel.

Siapa yang boleh mendaftar?

Laporan sebelumnya menyebut bahwa warga Palestina yang pernah berstatus pegawai negeri di Gaza akan diperbolehkan melamar — namun dengan syarat: mereka harus lolos pemeriksaan keamanan oleh badan intelijen internal Israel.

Di tengah upaya pembentukan pasukan keamanan baru ini, kondisi di lapangan masih jauh dari kondusif.

Israel dilaporkan terus melancarkan serangan terhadap aparat kepolisian Gaza bahkan setelah gencatan senjata disepakati pada Oktober lalu.

Dalam insiden terbaru yang dilaporkan Rabu lalu, seorang perwira senior kementerian dalam negeri Palestina tewas akibat serangan tersebut.

Baca Juga: Iran Tanpa Rahbar, Dewan Kepemimpinan Sementara Dibentuk, Citrinowicz Soroti Retaknya Sistem Pengambilan Keputusan

Sejak gencatan senjata 10 Oktober, sedikitnya 837 warga Palestina dilaporkan tewas, membawa total korban jiwa ke angka minimal 72.619 orang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Middle East Eye

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X