Hasil Penyelidikan Awal PBB soal Insiden Ledakan hingga Tewaskan 3 Prajurit TNI di Lebanon, Israel Tuding Hizbullah Pelakunya

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 1 April 2026 | 21:05 WIB
PBB ungkap penyelidikan awal insiden ledakan di Lebanon hingga tewaskan 3 prajurit TNI yang bertugas di bawah UNIFIL. (Instagram.com/@unifil_official)
PBB ungkap penyelidikan awal insiden ledakan di Lebanon hingga tewaskan 3 prajurit TNI yang bertugas di bawah UNIFIL. (Instagram.com/@unifil_official)

Sepuluh negara Eropa, termasuk Prancis dan Inggris, mendesak semua pihak untuk memastikan keselamatan UNIFIL.

"Kami mendesak semua pihak, dalam keadaan apa pun, untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan markas UNIFIL, sesuai dengan hukum internasional," kata para menteri luar negeri Belgia, Kroasia, Siprus, Prancis, Yunani, Italia, Malta, Belanda, Portugal, dan Inggris, serta diplomat tertinggi Uni Eropa, dalam sebuah pernyataan bersama.

Baca Juga: Di Hadapan Pengusaha Jepang, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Reformasi Tata Kelola dan Ekonomi

Sesuai dengan keputusan Dewan Keamanan, UNIFIL akan menghentikan operasinya pada akhir tahun 2026 dan menarik diri pada tahun 2027.

Hingga Maret, UNIFIL memiliki 7.505 pasukan penjaga perdamaian dari 47 negara.

Israel telah lama berpendapat bahwa pasukan pengamat tersebut telah gagal dalam misinya, dan hanya sedikit berupaya untuk mencegah Hizbullah membangun kekuatan militernya di dekat perbatasan Israel selama beberapa dekade.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Times of Israel

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X