SENAYANPOST - Sebuah ledakan di pinggir jalan telah menghantam konvoi dua pasukan penjaga perdamaian Indonesia yang tewas di Lebanon selatan.
Hal ini disampaikan kepala pasukan penjaga perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix pada hari Selasa, mengutip temuan awal dari penyelidikan.
Kedua pasukan penjaga perdamaian dari pasukan UNIFIL tewas pada hari Senin di dekat Bani Hayyan di Lebanon selatan dan dua tentara lainnya terluka.
Tinjauan awal atas insiden tersebut yang dilakukan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menemukan bahwa ledakan itu disebabkan oleh bom pinggir jalan yang kemungkinan besar ditempatkan oleh Hizbullah, kata seorang pejabat militer kepada The Times of Israel.
"Pemeriksaan operasional komprehensif menunjukkan bahwa tidak ada alat peledak yang ditempatkan di daerah tersebut oleh pasukan IDF, dan bahwa tidak ada pasukan IDF yang hadir di daerah tersebut sama sekali," bunyi pernyataan resmi militer IDF pada 31 Maret 2026, dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel.
"IDF beroperasi melawan Hizbullah, dan bukan melawan UNIFIL, Angkatan Bersenjata Lebanon, atau warga sipil Lebanon. IDF menyerukan UNIFIL untuk menghindari kehadiran di zona pertempuran di mana IDF telah mengeluarkan peringatan kepada penduduk sipil untuk mengungsi demi keselamatan mereka," lanjut pernyataan tersebut.
Seorang tentara Indonesia lainnya tewas pada Minggu malam hingga Senin pagi ketika sebuah proyektil meledak di dekat salah satu posisi kelompok tersebut.
Menurut sumber keamanan PBB, pasukan penjaga perdamaian tersebut tewas akibat tembakan Israel.
Baca Juga: Lanjutkan Diplomasi Asia Timur, Presiden Prabowo Subianto Tiba di Seoul
"UNIFIL sedang melakukan penyelidikan untuk menentukan keadaan dari perkembangan yang tercela ini," kata Jean-Pierre Lacroix, kepala pasukan penjaga perdamaian PBB, dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang Lebanon, tempat perang baru antara Israel dan kelompok teror Lebanon Hizbullah meletus pada 2 Maret.
Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menyalahkan kematian tiga pasukan penjaga perdamaian tersebut kepada Hizbullah.
Ia menuduh kelompok tersebut meluncurkan roket dari desa-desa di dekat posisi PBB, 'menempatkan pasukan penjaga perdamaian langsung di garis tembak'.
Ketika ditanya tentang pernyataan Danon, juru bicara UNIFIL Kandice Ardiel mengatakan bahwa pihaknya mengundang Israel untuk membagikan bukti insiden tersebut.
Artikel Terkait
2 Prajurit UNIFIL Jadi Korban Serangan Israel di Lebanon, Menlu Retno Sebut Pelanggaran Hukum Internasional
Israel Penjajah Kembali Serang UNIFIL, Dua Kamera Hancur dan Menara Pengawas Rusak
Kesaksian Dua Prajurit UNIFIL yang Jadi Korban Serangan Tank Merkava Israel di Lebanon
Praka Farizal Rhomadhon Gugur di Lebanon, TNI Tunggu Hasil Investigasi UNIFIL
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa Mendalam