Praka Farizal Rhomadhon Gugur di Lebanon, TNI Tunggu Hasil Investigasi UNIFIL

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 30 Maret 2026 | 20:07 WIB
TNI menunggu hasil investigasi UNIFIL atas insiden gugurnya Praka Farizal Rhomadhon saat bertugas di Lebanon selatan di bawah UNIFIL. (Instagram.com/@farizalrmdn17)
TNI menunggu hasil investigasi UNIFIL atas insiden gugurnya Praka Farizal Rhomadhon saat bertugas di Lebanon selatan di bawah UNIFIL. (Instagram.com/@farizalrmdn17)

SENAYANPOST - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menyatakan jenazah Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon Selatan, masih dalam proses administrasi untuk dipulangkan ke Indonesia.

"Jenazah saat ini disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) dan tengah dalam proses penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan bantuan KBRI Beirut," ungkap Aulia Dwi Nasrullah pada 30 Maret 2026, dikutip SenayanPost.com dari Antara.

Praka Farizal diketahui merupakan bagian dari pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL—sebuah mandat yang secara formal ditujukan untuk menjaga stabilitas di wilayah konflik.

Baca Juga: Sekjen PBB Kecam Tewasnya Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon

Namun, ia justru menjadi korban ketika posisi kontingen Indonesia di Adshit Al Qusyar, Lebanon Selatan, terdampak serangan artileri pada Minggu, 29 Maret 2026, di tengah meningkatnya intensitas baku tembak di kawasan tersebut.

Insiden itu tidak hanya menewaskan Farizal.

Tiga prajurit lainnya turut menjadi korban, yakni Praka Rico Pramudia yang mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan yang mengalami luka ringan.

Seluruh korban saat ini menjalani perawatan medis intensif.

Sejauh ini, TNI belum dapat memastikan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Baca Juga: Kedubes Iran Sampaikan Duka atas Gugurnya Pasukan Perdamaian Indonesia, Kecam Serangan terhadap UNIFIL

Peristiwa terjadi di tengah situasi saling serang artileri yang kian intens, sementara proses klarifikasi masih berada di tangan UNIFIL.

"Belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian ini. Proses investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL," jelas Aulia.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X