Sementara itu, perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei untuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Abdollah Haji Sadeghi, mengatakan bahwa setiap agresi terhadap Iran akan mengekspos semua pangkalan militer AS dan sekutunya di Timur Tengah terhadap potensi serangan oleh angkatan bersenjata Republik Islam.
"Hari ini, bukan hanya satu pangkalan tetapi seluruh infrastruktur Amerika Serikat dan proksi regionalnya berada dalam jangkauan kita. Angkatan bersenjata siap untuk berperang, dan setiap tindakan agresi oleh musuh akan memicu respons yang menghancurkan di darat, di laut, dan di semua pangkalan AS di kawasan ini," katanya seperti dikutip oleh kantor berita IRNA.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa "armada besar" sedang menuju Iran.
Ia menyatakan harapan bahwa Teheran akan datang ke meja perundingan dan mencapai kesepakatan "adil dan merata" yang akan mencakup penghapusan total senjata nuklir.
Pemimpin Amerika itu mengingatkan bahwa Juni lalu, AS menyerang fasilitas nuklir di Iran. Serangan itu dijuluki Operasi Palu Tengah Malam.
Trump menyatakan bahwa serangan berikutnya akan "jauh lebih buruk," dan menyerukan pencegahan agar hal itu tidak terjadi.***
Artikel Terkait
Pengamat: Iran Tak Bisa Kembali ke Status Quo, Demokrasi Juga Belum Pasti
Mantan Intelijen Israel: Opsi Militer terhadap Iran Justru Rugikan Kepentingan Washington
USS Abraham Lincoln 'Parkir' di Timur Tengah, Menlu Iran Sebut Teheran Tak Gentar dan Siap Berunding di Meja Diplomasi
Menlu AS Marco Rubio soal Pemerintah Iran Pasca Demonstrasi: Berubah atau Mundur
Ketua Parlemen Iran: Teheran Terbuka untuk Dialog dengan AS, Jika 'Tulus'