Menlu AS Marco Rubio soal Pemerintah Iran Pasca Demonstrasi: Berubah atau Mundur

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 29 Januari 2026 | 20:01 WIB
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa pemerintah Iran hanya memiliki dua pilihan saat ini usai gelombang aksi demonstrasi. (X.com/@SecRubio)
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa pemerintah Iran hanya memiliki dua pilihan saat ini usai gelombang aksi demonstrasi. (X.com/@SecRubio)

SENAYANPOST - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengatakan bahwa pemerintah Iran memiliki dua pilihan di tengah ketegangan antara Teheran dan Washington.

Hal tersebut disampaikan Rubio dalam pertemuan di Komite Hubungan Luar Negeri Senat.

Selain itu, pihaknya juga mengungkapkan bahwa saat ini demonstrasi di Iran sudah berkurang.

"Rezim tersebut mungkin lebih lemah daripada sebelumnya, dan masalah inti yang mereka hadapi, tidak seperti protes yang Anda lihat di masa lalu, pada beberapa topik lain, adalah bahwa mereka tidak memiliki cara untuk mengatasi keluhan inti para pengunjuk rasa, yaitu bahwa ekonomi mereka sedang runtuh," kata Marco Rubio pada 28 Januari 2026, dikutip SenayanPost.com dari TASS News Agency.

Baca Juga: USS Abraham Lincoln 'Parkir' di Timur Tengah, Menlu Iran Sebut Teheran Tak Gentar dan Siap Berunding di Meja Diplomasi

Meskipun aksi demonstrasi sudah mereda, Rubio memprediksi akan terjadi kembali di kemudian hari.

"Tetapi protes akan kembali terjadi di masa depan, karena rezim ini, kecuali mereka bersedia berubah atau mundur, tidak memiliki cara untuk mengatasi keluhan yang sah dan konsisten dari rakyat Iran," lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, demonstrasi damai berujung kerusuhan di Iran dimulai pada 29 Desember 2025.

Awalnya adalah protes jalanan yang disebabkan oleh devaluasi rial, dan menyebar ke sebagian besar kota besar.

Pemerintah mengatakan sekitar 40 petugas penegak hukum tewas.

Baca Juga: Mantan Intelijen Israel: Opsi Militer terhadap Iran Justru Rugikan Kepentingan Washington

Menurut Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, sejak 8 Januari, teroris bersenjata telah muncul di antara para demonstran.

Iran menyalahkan Israel dan Amerika Serikat karena mengorganisir kerusuhan tersebut.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah memperingatkan bahwa ia serius mempertimbangkan untuk menggunakan kekerasan terhadap republik Islam tersebut.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: TASS News Agency

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X