SENAYANPOST - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan pihaknya siap menghadapi eskalasi militer di tengah ketegangan hubungan antara Teheran dan Washington.
Sebagai mana diketahui, kapal induk USS Abraham Lincoln mendekati perairan Timur Tengah bersiap untuk melakukan intervensi militer kepada negeri Mullah itu setelah sebelumnya sukses menculik dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Saat ini, keduanya membuka opsi diplomasi terkait perjanjian nuklir dan pertahanan.
"Angkatan Bersenjata kita yang gagah berani siap—dengan jari-jari mereka di pelatuk—untuk segera dan dengan kuat menanggapi SETIAP agresi terhadap tanah, udara, dan laut kita tercinta," tulis Abbas Araghchi pada 28 Januari 2026, dikutip SenayanPost.com dari X @araghchi.
Baca Juga: Mantan Intelijen Israel: Opsi Militer terhadap Iran Justru Rugikan Kepentingan Washington
Aragchi menegaskan bahwa Perang 12 Hari yang berlangsung Juni tahun lalu memberikan pelajaran berharga bagi militer Iran.
"Pelajaran berharga yang dipetik dari Perang 12 Hari telah memungkinkan kita untuk merespons dengan lebih kuat, cepat, dan mendalam," lanjutnya.
Dalam cuitannya tersebut, Iran juga membuka jalan diplomasi dengan menyelesaikan kesepakatan nuklir yang adil dan setara.
Diketahui, AS meminta Iran untuk menghentikan program nuklir untuk kepentingan damai dan menjamin untuk tidak membuat senjata nuklir.
Baca Juga: Pengamat: Iran Tak Bisa Kembali ke Status Quo, Demokrasi Juga Belum Pasti
"Pada saat yang sama, Iran selalu menyambut KESEPAKATAN NUKLIR yang saling menguntungkan, adil, dan setara—dengan kedudukan yang sama, dan bebas dari paksaan, ancaman, dan intimidasi—yang menjamin hak Iran atas teknologi nuklir DAMAI, dan menjamin TIDAK ADA SENJATA NUKLIR," bebernya.
Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak memiliki senjata nuklir dan tidak berniat untuk membuatnya.
"Senjata semacam itu tidak memiliki tempat dalam perhitungan keamanan kita dan kita TIDAK PERNAH berupaya untuk memperolehnya," tutupnya.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengirimkan ultimatum kepada Iran lewat akun sosial media pribadinya.
Artikel Terkait
Dubes Iran Ungkap Proyek Berdarah Mossad dan CIA: 2.427 Aparat dan Sipil Jadi Korban
Tidak Ada Kantor Garda Revolusi Diduduki Demonstran, Sumber Senayan Post di Iran Ungkap Kondisi Iran Kini
Pengamat: Keruntuhan Rezim Iran Bisa Datang Perlahan, Lalu Tiba-Tiba
Pengamat: Iran Tak Bisa Kembali ke Status Quo, Demokrasi Juga Belum Pasti
Mantan Intelijen Israel: Opsi Militer terhadap Iran Justru Rugikan Kepentingan Washington