Motif Geopolitik di Balik Manuver Ahmad Al Sharaa: dari Jihad Global ke Diplomasi Gedung Putih AS

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Sabtu, 15 November 2025 | 17:44 WIB
Membedah motif geopolitik presiden sementara Suriah Ahmad Al Sharaa dari jihad global ke diplomasi Gedung Putih AS. (X.com/@SyPresidency)
Membedah motif geopolitik presiden sementara Suriah Ahmad Al Sharaa dari jihad global ke diplomasi Gedung Putih AS. (X.com/@SyPresidency)

6. Pergeseran Peta Timur Tengah Membuka Ruang Baru

Pasca kejatuhan Assad, kekuatan regional sedang menata ulang aliansi baru, seperti hubungan Turki–Mesir membaik, Saudi–Iran menormalisasi, AS–Arab sedang membangun blok pasca-Perang Gaza, Rusia sibuk di konflik lain, dan NATO ingin zona stabil di Levant.

Al Sharaa tidak ingin dianggap "sampah masa lalu", dihancurkan sebagai sisa-sisa ekstremisme, tersingkir dari peta kekuasaan Suriah yang baru.

Jadi HTS memutihkan diri sedini mungkin.

7. Realitas Pahit: Ideologi Tidak Lagi Menguntungkan

Narasi 'muqawamah', 'manhaj lurus', 'amir jihad', itu semua tidak bisa lagi membiayai: administrasi pemerintahan, gaji petempur, operasi keamanan, urusan diplomasi, dan stabilitas internal.

Al Sharaa sedang berubah dari sosok ideologis menjadi wajah kekuasaan murni. 

Dan yang namanya kekuasaan harus realistis, bukan heroik.

Baca Juga: Menilik Wawancara Lawas Bashar Al Assad Tahun 2016: Bantah Disebut Penjahat Perang, Salahkan Barat atas Eksodus Rakyat Suriah

8. Kesimpulan

Al Sharaa bukan mengkhianati jihad, tapi dia mengamputasi ideologi untuk menyelamatkan kekuasaan.

Jika dilihat dari kacamata geopolitik, Al Sharaa tidak berubah ideologi, dia hanya meletakkan ideologi di bagasi demi bertahan.

Al Sharaa tidak menjadi pro-Barat, mereka hanya butuh nafas.

Kunjungan ke Gedung Putih bukan pengkhianatan, tapi kontrak sosial baru: "Biarkan kami hidup, kami tidak akan mengganggu kepentingan Anda".

Pada akhirnya, ini bukan jihad.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X