Namun, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan minggu lalu bahwa ia tidak mengetahui intelijen yang menunjukkan Iran telah memindahkan uraniumnya yang sangat diperkaya untuk melindunginya dari serangan AS.
Penilaian awal minggu lalu dari Badan Intelijen Pertahanan menunjukkan bahwa serangan itu mungkin hanya memperlambat program nuklir Iran selama beberapa bulan.
Namun, pejabat pemerintahan Trump mengatakan bahwa penilaian itu kurang meyakinkan dan telah dikalahkan oleh intelijen yang menunjukkan program nuklir Iran rusak parah.
Menurut Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, serangan terhadap situs nuklir Fordow menyebabkan kerusakan parah.
"Tidak seorang pun tahu persis apa yang terjadi di Fordow. Meski begitu, yang kami ketahui sejauh ini adalah bahwa fasilitas tersebut telah rusak parah dan parah," kata Araghchi dalam wawancara yang disiarkan oleh CBS News pada hari Selasa lalu.***
Artikel Terkait
AM Hendropriyono: Iran Percaya Diri, Hamas Makin Kuat, Tapi Jalan Damai Palestina Tetap Lewat Politik
AM Hendropriyono: Negara Arab Gelisah dengan Iran Gegara Ini, Persatuan Militer Jadi Taruhan Besar
AM Hendropriyono's Views on the Israeli-Iranian War and the Condition of Palestine, Iran is a Strong and Disciplined Nation
Iran Kembangkan Teknologi Roket Berkecepatan Mach 15, Analis Intelijen Soroti Daya Ledak dan Proyeksi Konflik
Menlu Abbas Araghchi Ungkap Kerusakan Situs Nuklir Iran di Fordow Usai Dibombardir AS