SENAYANPOST - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengungkap kerusakan situs nuklir di Fordow belum lama ini.
Diketahui, situs nuklir Iran di Fordow telah dibombardir oleh Amerika Serikat (AS) dalam perang 12 hari antara Iran dan Israel.
Menlu Araghchi menerangkan bahwa situs nuklir Fordow mengalami rusak parah setelah dibombardir AS.
"Tidak seorang pun tahu persis apa yang terjadi di Fordow. Meski begitu, yang kami ketahui sejauh ini adalah bahwa fasilitas tersebut telah rusak parah," kata Abbas Araghchi pada 2 Juli 2025, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.
Ia mengatakan bahwa organisasi energi atom Iran tengah menginvestigasi situs nuklir tersebut.
"Organisasi Energi Atom Republik Islam Iran... saat ini sedang melakukan evaluasi dan penilaian, yang laporannya akan diserahkan kepada pemerintah," terangnya.
Komunikasi Iran yang disadap mengecilkan tingkat kerusakan yang disebabkan oleh serangan AS terhadap program nuklir Iran, Washington Post melaporkan pada hari Minggu, mengutip empat orang yang mengetahui intelijen rahasia yang beredar di dalam pemerintah AS.
Presiden Donald Trump mengatakan serangan itu 'benar-benar menghancurkan' program nuklir Iran.
Tetapi pejabat AS mengakui perlu waktu untuk membuat penilaian lengkap atas kerusakan yang disebabkan oleh serangan militer AS akhir pekan lalu.
Araghchi menunjukkan bahwa Iran telah berkorban banyak untuk program pengayaan uraniumnya yang damai.
"Program nuklir damai Iran telah berubah menjadi masalah kebanggaan dan kejayaan nasional," jelas Araghchi.
Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa Iran akan terus berusaha meyakinkan masyarakat internasional bahwa program nuklirnya digunakan untuk kepentingan damai.
Artikel Terkait
Usai 12 Hari Perang dengan Israel, Menlu Iran Abbas Araghchi Tegaskan soal Ini
AM Hendropriyono: Iran Percaya Diri, Hamas Makin Kuat, Tapi Jalan Damai Palestina Tetap Lewat Politik
AM Hendropriyono: Negara Arab Gelisah dengan Iran Gegara Ini, Persatuan Militer Jadi Taruhan Besar
AM Hendropriyono's Views on the Israeli-Iranian War and the Condition of Palestine, Iran is a Strong and Disciplined Nation
Iran Kembangkan Teknologi Roket Berkecepatan Mach 15, Analis Intelijen Soroti Daya Ledak dan Proyeksi Konflik